Pandemi Korona, Biaya Umrah di Kota Serang Bakal Melejit

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 17 Juli 2020 - 08:41:11 WIB   |  dibaca: 229 kali
Pandemi Korona, Biaya Umrah di Kota Serang Bakal Melejit

SERANG, BANTEN RAYA- Virus korona diperkirakan akan menyebabkan biaya umroh naik. Sebab saat ini ada sejumlah biaya tambahan yang harus dikeluarkan jemaah, salah satunya asuransi Covid-19 sekitar Rp7,5 juta.

Pemilik Kurma Travel Iyus Gusmana mengatakan, ada kabar yang beredar di kalangan pengusaha travel bahwa biaya umroh saat pandemi Covid-19 akan lebih mahal dari biasa. Kenaikan diperkirakan mencapai sekitar Rp12 jutaan.

Ada asuransi Covid-19 sekitar Rp7,5 juta sampai Rp8 juta. Tiket pesawat sekitar 30 persen kenaikannya dan kamar tidak bisa digabung seperti Quadro kecuali masih satu keluarga. Jadi beban lebih mahal, kata Iyus, Kamis (16/7).

Iyus mengungkapkan, karena Pemerintah Arab Saudi menerapkan protokol kesehatan secara ketat, maka bus kendaraan maksimal dinaiki 20 orang. Padahal, biasanya bisa untuk 40 orang. Ini salah satu biaya yang diprediksi akan menaikkan biaya umroh. Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) sendiri sampai saat ini belum mengeluarkan harga umroh.

Secara resmi aktivitas umroh memang belum dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi. Hal ini bisa dilihat dari belum adanya penetapan biaya visa untuk jemaah umroh oleh Pemerintah Arab Saudi. Karena itu bila ada travel umroh yang menjanjikan akan memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci dalam waktu dekat hanya merupakan perkiraan tanpa ada dasar surat resmi dari pemerintah.

"Semuanya serba asumsi. Pihak Arab Saudi saja belum menetapkan biaya visa berapa," kata Iyus.

Meski kabar-kabar itu beredar, kata Iyus, namun tidak ia sampaikan kepada jemaah karena khawatir biaya yang dikeluarkan lebih kecil atau lebih besar dibandingkan dengan harga resmi yang disampaikan oleh Pemeirntah Arab Saudi. Karena itu sampai saat ini para pengusaha travel umroh masih menunggu dan melihat situasi yang ada.

Komisaris Global Energy Multazam Uswatun Hasanah belum mengaku belum menerima informasi resmi dari pemerintah terkait keputusan umroh, termasuk biayanya. Meski demikian, kabar yang beredar di kalangan pengusaha travel memang cukup santer mengenai keberangkatn umroh. Ada yang menyebut umroh bisa dilaksanakan pada pertengahan September dan ada juga yang mengatakan Oktober. Belum ada informasi resmi. Kalau kabar-kabari memang banyak, katanya.

Uswatun berprinsip selagi belum ada keputusan resmi dari pihak Pemeirntah Arab Saudi tentang waktu umroh atau bahkan biaya maka ia tidak berani menyampaikan kepada jemaah. Ia juga meyakini dengan semakin cepatnya peredaran informasi dengan adanya internet maka informasi mengenai keputusan Arab Saudi mengenai umrah bisa segera diterima masyarakat.

Jika sudah ada informasi resmi pasti jemaah juga akan segera tahu biasanya, katanya. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook