Banten Ekspor 4.000 Ton Tepung hingga Dedak Jagung ke China dan Filipina 

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 18 Juli 2020 - 13:53:10 WIB   |  dibaca: 240 kali
Banten Ekspor 4.000 Ton Tepung hingga Dedak Jagung ke China dan Filipina 

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melepas ekspor produk turunan jagung dan gandum di PT Bungasari, Cilegon, Sabtu (18/7).

CILEGON, BANTEN RAYA- Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo secara simbolis melepas ekspor 4.000 ton hasil produk turunan jagung dan gandum asal Banten. Pelepasan produk bahan makanan tersebut dilakukan di PT Bungasari Flour Mills Indonesia di Kawasan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (KBS), Cilegon, Sabtu (18/07) siang. 

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, nilai ekspor yang Ia lepas sekitar Rp16,2 miliar dengan tujuan Tiongkok dan Filipina. "Hari ini kita melakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian Indonesia dari PT Bungasari dan saya kira ini salah satu dari aktivitas untuk mengakselerasi ekspor Indonesia yang lebih kuat," kata Syahrul saat diwawancarai dalam kunjungannya ke Pabrik Pengolahan Gandum milik PT Bungasari Flour Mills.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengungkapkan, sesuai data Badan Pusat Statistika (BPS), ekspor Indonesia pada bulan Juni 2020 mencapai USD 12,03 miliar. Capaian ini meningkat 15,09 persen dibandingkan Mei 2020 yang mencapai USD 10,53 miliar. "Itu tandanya sektor pertanian tetap terakselerasi. Makanya terus kita dorong dan dioptimalkan, sehingga berfungsi untuk membantu negara kita," ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menjelaskan, pihaknya memfasilitasi ekspor berupa produk turunan jagung dan gandum asal Banten secara akumulatif sebanyak 4.000 ton, atau senilai Rp16,2 miliar. "Produk yang diekspor terdiri dari tepung pati jagung, gluten jagung, bubuk jagung dan dedak yang merupakan sisa hasil produksi," ungkapnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, sebanyak 204 ton dedak gandum diekspor ke negara Filipina dan 656 ton dedak gandum ke negara Tiongkok dengan total keseluruhan dedak sebanyak 860 ton yang dikemas dalam 8 kontainer dengan nilai ekonomi Rp3,4 miliar. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook