Digetok Pungutan Rp4 Juta, Ratusan Pedagang Nasi Nikomas Gelar Unjuk Rasa

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 20 Juli 2020 - 07:57:18 WIB   |  dibaca: 947 kali
Digetok Pungutan Rp4 Juta, Ratusan Pedagang Nasi Nikomas Gelar Unjuk Rasa

Foto kiriman warga Para pedagang berjualan nasi di jalur C PT Nikomas Gemilang, Senin (20/7) pagi.

SERANG, BANTEN RAYA - Ratusan pedagang nasi yang didominasi emak-emak akan berunjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, hari ini pukul 09.00 WIB.

Para pedagang nasi yang biasa berjualan di jalur C PT Nikomas Gemilang di daerah Kibin ini memprotes adanya pungutan liar yang dibebankan kepada mereka karena sangat memberatkan.

Bibah, salah seorang penjual nasi asal Kampung Kepondoan, Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, mengatakan ia sudah puluhan tahun berjualan nasi bersama para tetangganya di areal PT Nikomas Gemilang. Namun, baru kali ini ia dan pedagang lain dikenakan biaya. Apalagi biaya yang dibebankan sangat tinggi dan tidak masuk akal.

"Tiap pedagang dikenai Rp4 juta ini kan terlalu gede," kata Bibah, Senin (20/7).

Selain biaya Rp4 juta yang konon akan digunakan untuk membangun awning para pedagang para pedagang juga akan dikenai biaya salar untuk kebersihan Rp20 ribu per hari. Padahal, biaya salar kebersihan biasanya hanya dikenai Rp2 ribu per pedagang. Terkait awning sampai saat ini belum ada satu awning pun yang dibanhun.

"Pedagang disuruh bayar mahal begitu padahal pendapatan kami tidak selalu besar ini kan nyekek namanya," kata Bibah.

Para pedagang juga diancam tidak boleh berjualan bila tidak membayar uang Rp4 juta. Karena itu mereka akan menyampaikan aspirasi kepada Camat Kibin dan meminta agar diberi solusi.

Para pedagang rencananya akan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Kibin dan meminta aparatur di kecamatan memberikan solusi yang tidak memberatkan bagi semua pedagang, khususnya penjual nasi yang biasa berjualan di PT Nikomas Gemilang setiap pagi. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook