Di Tengah Pandemi Korona, Omzet Pedagang Ikan Cupang Bisa Tembus Rp20 Juta Sebulan

nurul roudhoh   |   Kesehatan  |   Selasa, 21 Juli 2020 - 07:28:25 WIB   |  dibaca: 202 kali
Di Tengah Pandemi Korona, Omzet Pedagang Ikan Cupang Bisa Tembus Rp20 Juta Sebulan

Berita selengkapnya bisa dibaca di KORAN BANTEN RAYA edisi 21 Juli 2020

 

SERANG, BANTEN RAYA - Budidaya ikan cupang ternyata tidak hanya memiliki potensi bisnis yang mendatangkan keuntungan menjanjikan. Lebih dari itu, para pembudidayanya berlomba-lomba menghasilkan ikan dengan warna dan bentuk berbeda yang belum pernah ada sebelumnya.

Seperti yang dilakoni Eti Septianto, pembudidaya ikan cupang asal Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Menggunakan saringan kecil, Eti Septianto memindahkan beberapa ikan cupang dari kaca persegi panjang sepanjang 15 centimeter (cm) ke dalam kaca serupa yang telah diberi air baru. Seketika ikan cupang yang semula tidak begitu terlihat kecantikannya seperti bersinar. Semula ikan-ikan itu berada di dalam kaca penuh dengan air kecokelatan, sehingga warna tubuhnya tidak begitu terlihat. Ketika sudah dipindahkan ke air yang lebih bening, warna dari tubuh ikan mungil itu seketika seperti keluar.
Eti Septianto, pemilik ikan-ikan cupang itu mengatakan, dirinya sengaja meletakkan ikan cupang di dalam air yang kecokelatan untuk membentuk warna pada tubuh ikan itu keluar dan lebih cerah. Warna air yang kecokelatan berasal dari daun ketapang yang sengaja diletakkan di tiap kaca persegi, di mana ikan cupang diletakkan satu-satu di tiap kaca.
"Daun ketapang baik sebagai anti biotik alami buat ikan, juga untuk proses mutasi warna. Biar warnanya semakin bagus biar mencerahkan warna ikan," kata Eti saat ditemui di tempat pembudidayaan ikan cupang miliknya di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (20/7).

Saat ini sudah ada ratusan ikan cupang yang dimilikinya. Beberapa ikan cupang itu misalkan nemo multi galaxy, red galaxy, yellow koi halp moon, halp moon rose style, marble dot dot, blue rim, marbel, dan lain-lain.
Ikan cupang yang diperliharanya bisa sangat mahal apalagi bila sudah menjadi indukan yang siap kawin. Saat ini ikan cupang miliknya yang paling mahal adalah yang multi color seperti nemo multi galaxy. Harganya bisa mencapai Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu per ekor.
Pemeliharaan ikan cupang menurut Eti lebih mudah ketimbang ikan hias lain. Cupang tidak membutuhkan filter. Perawatannya pun cukup mudah. Penggantian air dapat dilakukan seminggu sekali. Biaya perawatan paling besar mungkin hanya pada pakan ikan yang menggunakan cacing sutera. Harganya mencapai Rp 35.000 per liter, dan ia membutuhkan setidaknya tiga liter cacing sutera untuk memberi makan semua ikan cupangnya.

Tirto Utomo, rekan Eti yang ikut membudidayakan ikan cupang mengatakan, dunia ikan hias cupang mengalami perkembangan menarik selama lima tahun terakhir. Bila dahulu ikan cupang hanya digunakan sebagai ikan aduan, saat ini benar-benar dijadikan sebagai ikan hias dengan semakin banyaknya variasi warna ikan cupang. Karena itu, harga ikan ini juga menjadi sedikit terangkat.

Sementara itu, Asrul Sani, pemuda asal Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang yang berprofesi sebagai karyawan swasta mengaku telah bergelut dalam dunia usaha beternak ikan cupang sejak dua tahun lalu. Bermula dari empat pasang ikan cupang, kini ikan cupang hasil budidayanya telah berkembang hingga diekspor ke manca negara.
"Awalnya iseng sih liat temen, terus beli empat pasang, lama-lama berkembang biak jadi keterusan deh. Alhamdulillah gak putus-putus rejekinya ada aja yang beli. Bahkan terakhir sampai Amerika," kata Asrul, pemilik Betta Giant Tangerang saat ditemui di tempat budidaya ikan cupang miliknya.
Ketika beberapa sektor dunia usaha mengalami penurunan di tengah pandemi, Asrul justru dapat meraup jutaan rupiah dengan berjualan cupang. Bahkan omset yang dia dapat bisa mencapai Rp 20 juta per bulan.
"Justru pas pandemi kaya gini makin banyak yang order karena banyak yang WFH terus mau punya hiburan dengan main ikan cupang," lanjutnya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook