Ornamen Katuran Rawuh ning Kota Serang Dikritik Warga

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 23 Juli 2020 - 21:40:26 WIB   |  dibaca: 361 kali
Ornamen Katuran Rawuh ning Kota Serang Dikritik Warga

SERANG, BANTEN RAYA – Kalimat bahasa bebasan 'Katuran Rawuh ning Kota Serang' menuai kritik oleh sejumlah masyarakat Kota Serang. Menurut masyarakat, penempatan kalimat yang memiliki arti, 'Selamat Datang di Kota Serang' itu kurang strategis.

Sekadar diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang juga sempat memajang ornamen bertuliskan, 'Welcome to Kota Serang' yang sempat menuai pro-kontra lantaran menggunakan kalimat bahasa asing.

Salah seorang warga asli Kota Serang Lili Wasli mengatakan, penempatan ornamen tersebut saat ini kurang strategis karena berada di pinggir rel kereta api dan juga tidak berada di gerbang masuk ke Kota Serang.

"Ya jelas gak tepatlah penempatannya, masak di pinggir rel kereta. Kalimat itu kan artinya selamat datang di Kota Serang, ya harusnya di gerbang masuk ke Kota Serang," kata Lili, kepada Banten Raya, ditemui di lokasi, Kamis (23/7) sore.

Ia mengusulkan harusnya ornamen tersebut ditempatkannya di setiap titik pintu gerbang masuk ke Kota Serang. Di antaranya diperbatasan Kota Serang dengan Kabupaten Serang, lalu diperbatasan Kota Serang dengan Pandeglang.

"Ya kalau bisa dipindahkan diperbatasan, jangan di situ, gak strategis," ucap dia.

Warga Kota Serang lainnya, Royadi mengatakan serupa. Menurut dia, penempatan ornamen itu sangat tidak tepat. Sebab apabila ditempatkan di pinggir rel kereta, berpotensi mempercepat kerusakan ornamen itu akibat getaran kereta yang melintas.

“Menurut saya itu sangat tidak tepat. Kan banyak kejadian rumah yang rusak akibat terlalu dekat dengan lintasan kereta api. Sedangkan ini ditaruh sepertinya tidak sampai 5 meter dari pinggir rel kereta. Kemungkinan rusaknya itu sangat besar,” kata Roy.

Ia juga merasa heran mengapa ornamen itu, ditempatkan di jalur yang mengarah ke luar Kota Serang, yakni Tol Serang Timur.

“Katuran rawuh kan artinya selamat datang. Tapi ditempatkan di jalur yang mengarah keluar Kota Serang. Dulu itu sudah bagus, ditempatkan di pintu keluar Tol Serang Timur, tapi memang menggunakan bahasa asing. Sekarang sudah menggunakan bahasa daerah, tapi penempatannya kurang,” terang dia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DPRKP Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan bahwa penempatan ornamen tersebut di Penancangan karena Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimiliki oleh Pemkot Serang di dekat pintu keluar Tol Serang Timur hanya itu saja.

Selain itu, ia mengaku tidak mau kembali memasang ornamen tersebut di jalur memutar yang ada di sekitar patung debus. Sebab, lahan tersebut milik MMS dan Pemkot Serang tidak mau ornamen itu dicabut kembali oleh Pemprov Banten.

“Karena RTH milik pemkot yang mendekati pintu keluar tol terdekat (hanya itu saja) dan tugu jam menambah penerangan dan ornamennya. Kami gak mau setelah dipasang (ornamennya), dicabut kembali oleh pemprov,” jelas Iwan.

Terkait kekhawatiran ornamen tersebut cepat rusak akibat getaran kereta yang melintas, ia yakin bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Karena menurutnya, ornamen tersebut sudah diperkuat dengan lapisan semen yang cukup tebal.

“Bawahnya kami pakai pasangan, Alhamdulillaah sampai saat ini sejak terpasang, tidak ada kerusakan. Mudah-mudahan dapat bertahan lama, selama itu berfungsi dan menambah estetika,” ungkap dia.

Terpisah, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, mengapresiasi DPRKP yang telah menerapkan sisi kebudayaan dalam program pembangunan yang menjadi tugasnya. Kedepannya, memang perlu penyesuaian dalam penempatan ornament tersebut.

“Ini merupakan langkah yang baik. Namun kan memang ada pembagian kewenangan, mana yang pusat mana yang provinsi dan mana yang kota. Maka dari itu, kami tidak bisa gegabah dalam penempatannya. InsyaAllah kalau memungkinkan, kedepannya akan disempurnakan penempatannya,” kata Subadri. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook