Airin Lepas Ojol Beroperasi 

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 24 Juli 2020 - 20:41:32 WIB   |  dibaca: 96 kali
Airin Lepas Ojol Beroperasi 

SERPONG, BANTEN RAYA – Ojek online (ojol) di Kota Tangerang Selatan sudah mulai beroperasi untuk mengangkut penumpang. Namun, tetap harus memenuhi protokol kesehatan sehingga baik penumpang dan driver bisa terhindar dari Covid-19.
Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menjelaskan bahwa ojek online merupakan salah satu alat trasportasi yang sangat diandalkan oleh masyarakat Kota Tangerang Selatan.
Tangsel merupakan daerah penyanggah Ibu Kota, sehingga mobilisasi masyarakatnya sangat tinggi. Dan ojek online merupakan salah satu kemudahan yang digunakan oleh masyarakat. Sayangnya hal tersebut tidak mampu mengubah situasi yang ada.
”Saat ini Indonesia masih berada dalam status darurat bencana. Jadi, saya harap, Grab bisa memenuhi protokol kesehatan pada saat mengangkut penumpang,” kata Airin.
Dengan begitu, Grab juga bisa membantu pemerintah dalam rangka pemutusan mata rantai Covid-19.
Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno menjelaskan ada enam protokol yang harus dilakukan oleh mitra Grab pada saat harus mengangkut penumpang. Yang pertama adalah, baik penumpang ataupun pengemudi.
”Kemudian, yang kedua adalah, kami cek kesehatan driver secara berkala. Agar kami bisa memastikan keadaan driver apakah memang bisa beroperasi atau tidak,” kata Sukma di Area Kota Tangerang Selatan bertempat di Pool TPO BSD Serpong, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Jumat (24/7).
Yang ketiga adalah diberlakukannya penalti. Jika salah satu dari penumpang ataupun pengemudi tidak menggunakan masker. Maka pihak Grab berhak menetapkan penalti bagi salah satunya. Sehingga diharapkan pengguna dan pengemudi bisa memerhatikan hal ini.
Kemudian yang keempat adalah, disinfeksi terhadap kendaraan yang digunakan. ”Disini kita memanggil driver untuk melakukan disinfeksi terhadap kendaraannya. Membiasakan mereka membersihkan kendaraan menggunakan disinfektan,” ujar dia.
Yang kelima, driver perlu merekomendasikan untuk menggunakan transaksi non tunai. Hal itu merupakan upaya untuk mengurangi interaksi langsung antara driver dan pelanggan. Sehingga tidak ada kontak antara kulit dengan kulit.

”Yang terakhir semua driver Grab harus membawa handsanitizer kemanapun. Ini untuk melindungi diri pada saat berinteraksi dengan pelanggan. Dan membantu pelanggan untuk tetap terbebas dari virus,” kata dia. (*/budi)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook