Guna Mendisplinkan Warga, PSBB di Tangerang Raya Diperpanjang Lagi

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Minggu, 26 Juli 2020 - 20:20:04 WIB   |  dibaca: 179 kali
Guna Mendisplinkan Warga, PSBB di Tangerang Raya Diperpanjang Lagi

TANGERANG, BANTEN RAYA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya kembali diperpanjang hingga sampai 9 Agustus mendatang.
"Jadi saya berharap bahwa target perpanjangan PSBB kita yang ingin kita capai adalah seluruh masyarakat Banten sadar akan protokol kesehatan, seluruh warga Banten sadar akan tanggung jawabnya, dan kita perpanjang dengan beberapa catatan dan pengecualian," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim. Keputusan perpanjangan kebijakan PSBB ini merupakan hasil rapat evaluasi PSBB Provinsi Banten yang digelar secara virtual melalui video conference yang diikuti oleh Bupati Tangerang, Walikota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Forkopimda se-Banten, Sabtu (25/7).
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengikuti rapat evaluasi PSBB di ruang rapat Cituis lantai 5 gedung Bupati Tangerang, didampingi oleh Sekda Moch. Maesyal Rasyid, Asisten Daerah bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat Hery Haryanto, Asisten Administrasi Umum Yani Sutisna, Kadis Kesehatan Desiriani, Kadis Kominfo Tini Wartini, Kepala BPBD Bambang Sapto, Kadis Sosial Ujat Sudrajat, dan Kasatpol PP Bambang Mardi.
Bupati Zaki berharap dengan diperpanjangnya PSBB dapat meningkatkan sikap disiplin masyarakat. Pihaknya menilai, dengan beberapa kelonggaran disiplin masyarakat cenderung menurun. Ia khawatir apabila kebijakan PSBB dicabut, gaya hidup masyarakat kembali seperti kehidupan sebelum pandemi Covid-19 terjadi. "Diharapkan PSBB bisa membuat masyarakat bisa terus disiplin dengan protokol Covid-19," Katanya.
Dilihat dari kasus penularan dan penyebaran di Kabupaten Tangerang memang sudah menurun. Namun, Bupati Zaki dan jajarannya khawatir terjadi kasus-kasus impor dari Ibukota Jakarta serta aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta. Apalagi, saat ini Jakarta kembali memasuki zona merah.
"Dengan PSBB diperpanjang diharapkan kita meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan kita sangat mengkhawatirkan terjadinya kasus impor (diluar Tangerang) dari DKI Jakarta karena daerah Kabupaten Tangerang maupun Tangerang Raya sangat berdekatan dengan DKI Jakarta," terang Zaki.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Zaki juga memberikan masukan dan saran kepada Gubernur Banten terkait aspirasi masyarakat Kabupaten Tangerang untuk kembali bisa membuka sekolah tatap muka di semua jenjang pendidikan.
Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi terkait pembukaan sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA hanya berlaku bagi wilayah yang sudah masuk zona hijau. Sedangkan 8 kabupaten/kota yang masih berada di zona kuning harus tetap menutup kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Harapan Gubernur adalah kondisi PSBB ke depan kita lanjutkan dengan tadi beberapa masukan dan harapan dari wilayah terkait dengan kondisi situasional di daerah masing-masing tetapi tetap menjunjung kondisi bagaimana masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19," pungkasnya. (*/budi)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook