Diiming-imingi Jimat dan Wafak, Belasan Santri Dicabuli di Padarincang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 27 Juli 2020 - 21:54:01 WIB   |  dibaca: 3645 kali
Diiming-imingi Jimat dan Wafak, Belasan Santri Dicabuli di Padarincang

SERANG, BANTEN RAYA - Belasan santriwati di salah satu yayasan di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren berinisial JM. Kasus itu kini sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan (PPA) Polres Serang Kota.

Perwakilan keluarga, Anton Daeng Harahap mengatakan, dari 15 orang santriwati yang diduga menjadi korban pimpinan ponpes, hanya empat santriwati yang berani melaporkan kasus dugaan pencabulan tersebut.

"Yang empat ini dari Mancak (Kabupaten Serang). Masih ada 11 orang lagi, ada dari Serang, Pandeglang dan Lebak. Sudah saya klarifikasi, mereka membenarkan tapi keluarganya tidak mau melaporkan. Mungkin karena aib," katanya kepada Banten Raya saat ditemui di Mapolres Serang Kota, Senin (27/7).

Menurut Daeng, kasus itu terbongkar setelah salah satu santriwati berinisial DA (20) berhasil kabur saat hendak dicabuli JM. Kemudian, hal itu dilaporkan kepada keluarganya.

"DA itu baru percobaan. Setelah itu yang lain baru berani melapor (Tiga korban). Dari pengakuan para korban, ada yang dua kali disetubuhi, ada juga yang sekali. Korban juga ada yang di bawah umur, " ujarnya.

Lebih lanjut, Daeng menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, JM mengiming-imingi jimat dan doa-doa. Setelah itu para korban diajak ke dalam kamar khusus dan disetubuhi sebagai syarat pemberian jimat dan doa-doa tersebut. "Korban diiming-imingin wafak dan wiridan (semacam doa-doa). Setelah itu dibawa ke kamar dan pembayarannya dengan syahwat," jelasnya.

Daeng menegaskan, pasca kasus pencabulan yang dialami para santriwatinya, keluarga korban kerap mendapatkan ancaman dari pelaku. Hal ini yang kian membuat keluarga korban marah.
"Diancam mau diteluh (guna-guna)," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Feradinata membenarkan jika unit PPA telah menerima laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan ponpes. Namun dari belasan santriwati itu hanya ada 4 yang telah melaporkan kejadian tersebut. 

"Yang laporan ada empat, terlapor juga sudah periksa. Ini masih penyelidikan," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook