Perahu Terbalik Dihantam Ombak 6 Meter, 4 Nelayan Anyer Nyaris Tewas

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 28 Juli 2020 - 11:43:29 WIB   |  dibaca: 362 kali
Perahu Terbalik Dihantam Ombak 6 Meter, 4 Nelayan Anyer Nyaris Tewas

DARI BPBD UNTUK BANTEN RAYA  - PERAWATAN - Nelayan korban gelombang tinggi di Perairan Anyer dan Cinangka tengah mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat.

SERANG, BANTEN RAYA - Ombak besar menghantam kapal dua kapal nelayan di perairan Anyer, dan Cinangka Kabupaten Serang, Selasa (28/7) dini hari. 

Beruntung empat nelayan asal Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer dan Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka berhasil selamat dari hantaman gelombang tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma membenarkan adanya peristiwa laka laut di wilayah Anyer dan Cinangka tersebut. Peristiwa itu terjadi saat nelayan hendak pulang usai mencari ikan.

"Dua korban atas nama Juhri (50) dan Sita (41) keduanya warga Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Anyer. Sedangkan dua korban lainnya atas nama Rudi Hermawan (19) dan Ahmad Sofian (19) warga Kampung Kadu Perep, Desa Kubang Baros," katanya, Selasa (28/7).

Menurut Nana, sebelum kejadian, keempat nelayan itu baru saja mencari ikan di perairan Anyer dan Cinangka. Namun saat hendak pulang terjadi gelombang tinggi dan menghantam perahu nelayan hingga terbalik.

"Keempatnya berhasil kita evakuasi ke darat dengan selamat sekitar," ujarnya.

Lebih lanjut, Nana mengungkapkan keempat nelayan itu sudah dalam penanganan medis. Keemoatnya masih terlihat lemas, karena terombang ambing ombak besar yang menghamtam perahu nelayan tersebut.

"Korban sudah sadarkan diri, dan kami membawa 2 korban ke puskesmas terdekat," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ketinggian gelombang tinggi di Perairan Selat Sunda bagian Selatan dan Barat diprediksi mencapai ketinggian 4 hingga 6 meter. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook