Aje Gileeeee.... Tak Dilayani Istri, Ipar Perkosa Adik yang Tunanetra

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 28 Juli 2020 - 21:34:37 WIB   |  dibaca: 428 kali
Aje Gileeeee.... Tak Dilayani Istri, Ipar Perkosa Adik yang Tunanetra

SERANG, BANTEN RAYA - Gara-gara tidak dilayani oleh istrinya, Rifai (44) warga Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang tega mencabuli SR (20) gadis tuna netra yang juga keponakannya sendiri. Hal itu terungkap dalam sidang perdana kasus perkosaan di Pengadilan Negeri (PN) Serang.
Dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ariani mengatakan, kasus pemerkosaan yang dialami oleh SR terjadi pada Agustus 2019 lalu. Awalnya Rifai mengajak istrinya untuk berhubungan badan. Namun selalu ditolak oleh istrinya tersebut.
"Istrinya selalu menolak karena kecapean. Kemudian istri terdakwa memiliki adik perempuan yang mengalami kebutaan sejak lahir (tuna netra)," kata JPU kepada majelis hakim yang diketuai Hosianna Mariani Sidabalok.
Menurut Ariani, SR selama ini memiliki keahlian memijat. Pada kesempatan itu, Rifai meminta adik iparnya tersebut untuk memijat. Kemudian kakak iparnya itu mengajak berhubungan badan.
"Ketika saksi SR sedang memijat, terdakwa mengajak saksi untuk berhubungan badan dan melakukannya di atas tikar," ujarnya.
Lebih lanjut, Ariani mengungkapkan, dari pengakuan Rifai kepada penyidik, adik iparnya itu telah disetubuhinya berulang-ulang hingga lima kali yang dilakukan di rumahnya pada Agustus 2019 lalu.
"Pertama di depan pintu rumah, dan empat kali dilakukan di ruang tamu rumah," ungkapnya.
Ariani menambahkan perbuatan terdakwa, mengakibatkan gadis tunanetra itu hamil. Mengetahui SR hamil, keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Cilegon pada 15 April 2020 lalu. "Hasil pemeriksaan medis, USG (Ultrasonografi) dengan hasil janin tunggal dengan usia kehamilan 31 minggu (7 bulan)," tambahnya.
Ariani menegaskan, atas perbuatannya itu Rifai dijerat dengan pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perzinahan, dengan ancaman pidana penjara paling lama dua belas tahun.
"Atau perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 289 KHUP (tentang perbuatan cabun dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun)," tegasnya.
Usai mendengarkan dakwaan, sidang perkara asusila tersebut selanjutnya akan digelar pekan depan, dengan agenda menghadirkan saksi-saksi. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook