Tegaskan Transparansi, WH : Siapa yang Mau Makan Duit Covid

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 30 Juli 2020 - 16:22:48 WIB   |  dibaca: 166 kali
Tegaskan Transparansi, WH : Siapa yang Mau Makan Duit Covid

SERANG, BANTEN RAYA - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menegaskan seluruh program penanganan Covid-19 di Banten sudah sesuai dengan aturan dan peruntukkannya. Setiap kegiatan dilakukan secara transparan dan bisa diakses oleh publik.   

Dikatakan mantan anggota DPR RI itu, bentuk transparansi penanganan Covid-19 dituangkan dalam sebuah website. Di sana, seluruh kegiatan menghadapi virus korona sudah terdokumentasikan. 

"Kalau memang mau mengkritisi jangan belum website-nya sudah komentar macam-macam. Siapa juga yang mau makan duit Covid-19," ujarnya dalam rapat paripurna dengan agenda jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD 2020 di Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (30/7).

Seperti diketahui, untuk perkembangan Covid-19 di Banten pemprov telah meluncurkan situs infocorona.bantenprov.go.id. Selain memberikan informasi terkait sebaran virus korona, di sana juga dipublikasikan terkait penerimaan donasi dan kebijakan pemprov.  Selanjutnya, situs tersebut memberikan informasi terkait rencana program pencegahan hingga pelaksanaan rapid test. 

Dijelaskan WH, pihaknya juga melakukan rasionalisasi pos belanja langsung. Kebijakan itu berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah. 

"Rasionalisasi belanja langsung untuk pemenuhan anggaran dalam rangka penanganan Covid-19. Itu pada penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial (JPS)," ungkapnya. 

Untuk penanganan pandemi Covid-19, kata dia, pemprov sudah melakukan refocusing sebanyak tiga kali dan dialokasikan pada pos belanja tak terduga (BTT). Sementara total anggaran yang dialokasikan ada Perubahan APBD TA 2020 adalah senilai Rp770 miliar. 

"Untuk penanganan kesehatan Rp251,9 miliar, terealisasi untuk alat kesehatan RSUD (Banten) sebagai RS rujukan. Pemunuhan prasarana labkesda (laboratorium kesehatan daerah), rapid test, pemeriksaan swab. Untuk JPS Rp472 miliar dan terealisais Rp177 miliar," tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook