Melihat Kandang Jepit di Permata Banjar Asri yang Digunakan untuk Merebahkan Sapi dengan Mudah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 02 Agustus 2020 - 11:11:15 WIB   |  dibaca: 1947 kali
Melihat Kandang Jepit di Permata Banjar Asri yang Digunakan untuk Merebahkan Sapi dengan Mudah

SERANG, BANTEN RAYA - Warga Perumahan Permata Banjar Asri (PBA) RW 09, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, punya cara tersendiri untuk merebahkan hewan kurban yang disembelih pada perayaan Idul Adha 1441 Hijriyah. Alat itu warga menyebutnya kandang jepit sapi atau alat perebah hewan kurban. 

Pantauan Banten Raya, Sabtu (1/8) pagi di lokasi pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Nurul Huda RW 09 blok A PBA. Sapi yang akan disembelih dimasukkan kedalam kandang jepit yang salah satunya sudah dibeton. Kemudian diikat badan dan seluruh kakinya. Setelah itu secara perlahan-lahan direbahkan, kemudian didorong ke tempat penyembelihan.

Warga menggunakan alat perebah sapi yang diklaim dapat menghemat waktu dan tenaga saat memotong hewan kurban.

Ketua Panitia Kurban RW 09 PBA, Sayekto, mengatakan, alat perebah sapi itu sudah direncanakan dari tahun sebelumnya. 

"Alat ini sebetulnya idenya tahun lalu. Diinisiasi oleh Ketua DKM Masjid Nurul Huda Pak M. Isrotul Al Amin," kata Sayekto, kepada Banten Raya, Minggu (2/8) pagi. 

Ia menjelaskan, kandang jepit sapi atau alat perebah sapi ini sangat efektif dan efesien sekali dalam proses penyembelihan hewan kurban, karena mudah dioperasikan. Sapi yang akan disembelih dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kandang jepit. Kemudian diikat mulai dari badan sampai keempat kakinya. Lalu, dirobohkan pelan-pelan dan didorong ketempat pemotongan.

"Alhamdulillah banyak sekali keunggulannya dari alat itu, terutama dari keamanannya. Satu ekor sapi itu kurang dari 10 menit sudah bisa dirobohkan. Satu operasi cukup lima orang. Kalau sebelumnya kan harus banyak orang untuk merobohkan satu sapi, terus waktunya memakan setengah jam. Belum lagi kerumunan anak-anak sangat berbahaya sekali. Sekarang sudah hampir tanpa risiko," terang dia.

Sayekto mengungkapkan, dengan alat tersebut pelaksanaan pemotongan hewan kurban rampung sesuai rencana. 

"Tahun ini jam 11 siang, enam ekor sapi dan empat ekor kambing sudah terpotong. Tahun-tahun sebelumnya hampir setelah Ashar baru selesai. Alhamdulillah target setelah Dzuhur membagikan daging kurban pun tercapai," ungkapnya.

Sayekto menyebutkan, alat tersebut diproduksi oleh BBPLK Serang. Untuk membuat alat itu pihaknya mengeluarkan biaya sebesar Rp 1,5 juta. Dari anggaran itu kemudian dibelanjakan untuk membeli enam batang besi pipa berdiameter 1 inch dan empat buah roda. 

"Terbukti tidak melengkung walaupun bobot sapi mencapai 360 kg, karena pakai besi pipa berdiameter 1 inch," ucap Sayekto.

Ia mengklaim BBPLK Serang pertama kali membuat alat itu untuk warga Serang.

"Saya belum tau di mana. Sepanjang yang saya tahu baru warga PBA ya. Di Serang saya gak tau. Belum pernah ada. Untuk BBPLK ini yang pertama. Kami sifatnya membantu kebetulan warga sini banyak yang bekerja di BBPLK," beber dia. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook