Ponpes Lokasi Pencabulan di Padarincang Tidak Memiliki Ijin Operasional 

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 03 Agustus 2020 - 10:04:51 WIB   |  dibaca: 729 kali
Ponpes Lokasi Pencabulan di Padarincang Tidak Memiliki Ijin Operasional 

SERANG, BANTEN RAYA - Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Padarincang yang dijadikan lokasi pencabulan oleh pimpinan pesantren berinisial JM terhadap para santriwatinya dipastikan tidak memiliki ijin operasional (Ijop). 

Kepala Kemenag Kabupaten Serang Tb Syihabudin menyayangkan kasus pelecehan yang dilakukan JM kepada para santriwatinya. "Itu pesantren tidak memiliki Ijop. Makanya kami mempersilakan kepada penegak hukum untuk memproses kasus tersebut sampai tuntas. Kami dari Kemenag sangat menyayangkan adanya kasus tersebut," kata Tb Syihabudin, Minggu (2/8).

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah mendorong beberapa kali kepada pihak ponpes untuk mengurus Ijop namun tidak direspons dan terkesan tidak menganggap penting.

"Dia (JM) itu memang orangnya tertutup. Kalau tidak punya Ijop kita tidak ada keharusan untuk melakukan pembinaan. Kita juga tidak tahu seperti apa proses pembelajaran yang diterapkan di pesantren yang bersangkutan," ujarnya.

Syihabudin memastikan, untuk pesantren dan yayasan yang memiliki Ijop dari Kemenag secara berkala mendapat pembinaan dari pihak Kemenag Kabupaten Serang dan Kemenag Provinsi Banten.

"Insya Allah sejauh ini kalau pesantren dan yayasan yang ada Ijopnya pimpinannya tidak ada yang macam-macam, apalagi sampai melakukan tindakan asusila," tuturnya.

Ia mengaku tidak akan segan-segan mencabut Ijop bagi pimpinan ponpes dan yayasan yang betindak di luar aturan terlebih tindakan asusila.

"Saya akan cabut ijinnya kalau ada pimpinan pesantren dan ketua yayasan yang sampai melakukan pelecehan seksual terhadap santrinya. Santri itu kan kan harus dilindungi dan harus diberi contoh yang baik. Kalau yang Padarincang kami tidak ada urusan," paparnya. (tanjung/fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook