Helldy-Sanuji Makin Sering Blusukan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 03 Agustus 2020 - 20:59:33 WIB   |  dibaca: 307 kali
Helldy-Sanuji Makin Sering Blusukan

CILEGON, BANTEN RAYA- Bakal Calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta makin rajin blusukan untuk menemui masyarakat Kota Cilegon. Aktivitas keduanya terjun menemui masyarakat tak lain untuk menyosialisasikan program-program yang dibawanya untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kota Cilegon 2020.
Pasangan yang diusung oleh Partai Berkarya dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengusung jargon Pemimpin Baru Cilegon Baru. Jargon politik tersebut diusung, tak lain membawa aspirasi sebagian warga Kota Cilegon yang ingin hadirnya pemimpin baru yang membawa perubahan agar Kota Cilegon lebih baik lagi.
Pasangan yang diusung dari partai berideologi nasionalis dan religius ini tampaknya juga mulai diterima oleh banyak kalangan masyarakat. Terbukti, baik Helldy maupun Sanuji saat ini disibukkan dengan agenda untuk menghadiri undangan masyarakat di berbagai penjuru Kota Cilegon.
Ragam aktivitas tatap muka langsung dengan masyarakat dilakukan oleh pasangan Helldy-Sanuji. Mulai dari kegiatan sosial, olahraga, kegiatan keagamaan, hingga konsolidasi partai maupun relawan pendukungnya. Selain Helldy-Sanuji yang langsung menemui masyarakat, tim pemenangan pasangan ini juga tak kenal lelah dan gigih melakukan pemasaran politik dengan memaparkan program serta visi misi saat menjadi kepala daerah di Kota Cilegon.
Helldy saat melakukan wawancara eksklusif dengan Banten Raya mengungkapkan, keinginannya maju dalam Pilkada Cilegon 2020 karena ingin terjun langsung memimpin pemerintahan dalam rangka membangun Kota Cilegon. Menurutnya, saat ini masih banyak pekerjaan rumah bagi pemimpin Kota Cilegon yang belum terselesaikan. “Masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan, baik dari masalah pendidikan, pengangguran, SDM (sumber daya manusia), infrastruktur, perekonomian, dan lainnya,” kata Helldy, Minggu (2/8).
Pendidikan grastis di Kota Cilegon, kata Helldy, saat ini belum merata dan belum bisa dirasakan oleh semua warga Kota Cilegon. Keterbatasan jumlah sekolah, seperti tidak adanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kecamatan Purwakarta, menjadi salah satu faktor belum meratanya pendidikan. Bahkan di Kecamatan Jombang, dari 24 Sekolah Dasar (SD) Negeri, hanya ada satu SMP Negeri yang telah beridiri lebih dari 20 tahun lalu. Begitu juga SMP Negeri di Kecamatan Grogol hanya ada satu, dan telah beridiri sekitar 30 tahun lalu.
“Sehingga, banyak warga Cilegon yang ketika lulus SD tidak tertampung di SMP Negeri, dan harus ke SMP swasta. Tentu, kalau di swasta biaya sekolah tidak gratis. Jadi pemerataan pendidikan akan menjadi program yang kita bawa menjadi visi misi,” jelasnya.
Di sektor lainnya, kata Helldy, masalah pengangguran menjadi masalah pelik di Kota Cilegon. Hadirnya investasi yang terus mengalami kenaikan, tetapi pengangguran sekitar 9,68 persen jumlah penduduk di Kota Cilegon atau sekitar 20.700 orang. “Perlu ada terobosan kolaborasi pembangunan dengan industri dan kemauan keras untuk menyelesaikan permasalahan pengangguran,” terangnya.
Helldy juga mengaku akan meningkatkan perekonomian melalui industri kecil dan industri kreatif. Saat ini, industri kecil seperti makanan, belum bisa menjadi merk dagang yang terkenal. Seperti industri kreatif, hasil karya anak muda harus lebih diapresiasi, diberi ruang bisnis, dan difasilitasi oleh pemerintah. 
“Padahal, Cilegon juga memunyai makanan khas yang bisa bersaing dengan makanan dari daerah lain di Indonesia. Juga banyak anak muda yang beprestasi, ini perlu support (dukungan) pemerintah untuk menciptakan anak-anak muda yang kreatif,” tuturnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Banten ini mengatakan, peningkatan mutu dan kualitas SDM perlu ditingkatkan. Bukan hanya pendidikan di formal, pendidikan agama atau moral juga perlu ditingkatkan. “Kita ingin di Kota Industri ini, nilai-nilai keagamaan dan budaya tidak pudar dengan budaya luar yang semakin banyak masuk,” harapnya.
Terkait jargon Pemimpin Baru Cilegon Baru, Helldy menerangkan bahwa itu memiliki arti Cilegon baru yang mampu bersaing dengan kota-kota lain. Ia mengaku akan menghadirkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). 
“Pemerintahan yang bersih harus berdasarkan konsep good governance, di mana pemerintah harus menjadi pelayan bagi masyarakat bukan dilayani dan kami siap bekerja menjadi pelayan masyarakat. Ini perlu ada perubahan dengan pemimpin baru Kota Cilegon,” ucapnya.
Balon Wakil Walikota Sanuji Pentamarta menambahkan, beberapa program akan dituangkan dalam program kerja prioritasnya ketika menjabat sebagai wakil walikota. Aspirasi masyarakat yang Ia terima seperti masalah pengangguran, harus ada langkah konkrit dari kepala daerah dengan melibatkan industri dalam mengurangi pengangguran. “Dalam mengurangi pengangguran, kita akan melibatkan industri,” terangnya.
Sanuji menambahkan, permasalahan infrastruktu tak luput menjadi program prioritas yang dimasukkan lantaran sejak Ia terjun langsung ke masyarakat Cilegon, banyak yang memberikan masukan terkait permasalahan infrastruktur seperti penerangan jalan yang harus ditambah, serta drainase di berbagai lingkungan yang harus diperbesar agar tidak terjadi banjir. “Kita ingin punya blue print yang jelas, sesuai keinginan warga. Pembangunan yang melibatkan warga sesuai kebutuhan warga,” tuturnya. (gillang/rahmat)
 

PROGRAM HELLDY-SANUJI

1. Pendidikan: Pemerataan Pendidik, Peningkatan Mutu Pendidikan Agama
2. Ekonomi: Pengentasan Pengangguran dengan Industri, Mendorong Ekonomi Kreatif, Mendorong UMKM
3. Infrastruktur: Perbaikan dan pelebaran drainase, penerangan jalan umum
4. Pelayanan Publik: Cepat, melayani, modern, pemerintahan bersih

Berita ini sudah tayang di harian Banten Raya edisi cetak tanggal 3 Agustus 2020

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook