Demam 6 Hari, Tukang Roti di Kota Cilegon Positif Korona

nurul roudhoh   |   Kesehatan  |   Selasa, 04 Agustus 2020 - 22:03:55 WIB   |  dibaca: 1121 kali
Demam 6 Hari, Tukang Roti di Kota Cilegon Positif Korona

CILEGON, BANTEN RAYA  - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan data penambahan pasien terkonfirmasi positif korona, Selasa (4/8). Terdapat penambahan sebanyak tiga pasien yaitu US (47), warga Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, SY (43) dan FL (58), warga Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan  Ciwandan.

US diketahui berprofesi sebagai penjual atau tukang roti yang sehari-hari berjualan di daerah Kota Tua, Jakarta. US setiap harinya pulang pergi Jakarta dengan kendaraan umum. US melakukan swab pada Minggu (2/8) di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) dan pada Senin (3/8) hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) dinyatakan positif.

Sementara SY melakukan swab pada Senin (27/7) di RSKM dan pada Senin (3/8) hasil PCR dinyatakan positif, dan FL melakukan swab pada Minggu (2/8) dan hasil PCR pada Senin (3/8) dinyatakan terkonfirmasi positif. Untuk FL memiliki riwayat kontak dengan DN yang sebelumnya positif korona.

“Penambahan sekarang ada 3, SU warga Kotabumi merupakan tukang roti riwayat perjalanan dari Kota Tua Jakarta, setiap hari dengan kendaraan umum bolak-balik Jakarta,” katanya melalui rilis kepada Banten Raya, Selasa (4/8).

Berikutnya, papar Aziz, ada FL merupakan istri dari DN yang sebelumnya terkonfirmasi positif. FL yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga (IRT), sering membeli sayur dan ikut pengajian. Bahkan, saat Idul Adha FL juga melaksanakan salat di Masjid Baitul Kholik.

“FL memiliki riwayat kontak dengan suaminya yang juga positif korona, saat ini tracing masih on progress. Sebab, FL memiliki riwayat salat Idul Adha, sering membeli sayur dan ikut pengajian,” imbuhnya.

Sementara SY, jelas Aziz, sebelumnya merupakan pasien yang dirawat di RSKM dari Rabu (22/7) dan pulang pada  Jumat (31/8). Namun sebelum pulang Sy melakukan swab pada Kamis (27/7), berdasarkan hasilnya pada  Senin (3/8) dinyatakan positif.

“Saat ini SY masih isolasi mandiri, sebelumnya SY merupakan pasien yang dirawat di RSKM,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah (Seklur) Kota Bumi Bambang P Umala mengungkapkan, SU merupakan warganya yang berjualan roti di Jakarta. Sebelumnya SU mengeluhkan demam 6 hari, batuk, lemas dan sesak. Setelah dilakukan pengecekan, SU dinyatakan positif.

“Yah SU itu warga Kota Bumi yang biasa menjual roti di Jakarta,” singkatnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook