Peternakan Ayam Haram Ada di Kota Serang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 04 Agustus 2020 - 22:19:43 WIB   |  dibaca: 387 kali
Peternakan Ayam Haram Ada di Kota Serang

SERANG, BANTEN RAYA- Sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Serang, peternakan ayam tidak diperbolehkan lagi ada di wilayah Kota Serang. Dalam RTRW Kota Serang sebelumnya peternakan masih diperbolehkan berdiri hanya di Kecamatan Taktakan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Nanang Saefudin mengungkapkan, RTRW Kota Serang sudah berhasil direvisi pada Juli lalu dan terdapat sejumlah perubahan mendasar dari RTRW Kota Serang sebelumnya. 

Salah satu perubahan itu yaitu adanya larangan pendirian peternakan ayam di seluruh wilayah Kota Serang. “Peternakan di RTRW yang baru tidak ada lagi,” kata Nanang, Selasa (4/8).

Nanang mengungkapkan alasan mengapa peternakan ayam sudah tidak lagi diperbolehkan ada di Kota Serang yaitu karena banyaknya penolakan dari warga sekitar di mana peternakan ayam berada. Sebab, peternakan ayam kerap kali mengganggu kenyamanan warga, baik karena bau yang ditimbulkan maupun limbah yang dihasilkan.

“Sudah digagas sejak zaman Pak Djoko Sutrisno (Kepala Bappeda Kota Serang lama) dan sudah uji publik dan masyarakat sudah tidak menghendaki (adanya peternakan ayam),” katanya.  

Selain itu keberadaan Kota Serang yang merupakan Ibukota Provinsi Banten juga menjadi salah satu alasan mengapa peternakan ayam tidak diperbolehkan ada di Kota Serang. Sampai saat ini RTRW Kota Serang masih dalam proses penyempurnaan untuk kemudian dibahas dengan DPRD Kota Serang. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang diberikan waktu selama setahun guna menyempurnakan RTRW ini.

Setelah RTRW Kota Serang disahkan maka bagi pengusaha peternakan ayam, terutama dalam skala besar, akan diberikan jangka waktu selama tiga tahun untuk mengurusi segala hal tentang perpindahan mereka dari Kota Serang. Waktu selama tiga tahun itu dirasa cukup sebagai waktu untuk para pengusaha mencari dan menemukan lokasi lain untuk melanjutkan usaha peternakan mereka.

Nanang menambahkan perubahan lain dari RTRW Kota Serang yang baru dibandingkan RTRW yang sebelumnya yaitu adanya perubahan luas lahan untuk industri yang berlokasi di Kecamatan Kasemen. Alokasi lahan industri di Kasemen disiapkan guna menyesuaikan dengan rencana yang dimiliki oleh Pemprov Banten dan juga pemerintah pusat. 

Sebab ada sejumlah proyek nasional yang akan melintasi wilayah Kota Serang, khususnya di Kecamatan Kasemen.  “Kasemen kan nanti akan jadi water front city, jadi cincin utara,” katanya.  

Kasubdit Tata Ruang dan Lingkungan Bappeda Kota Serang Tb Fili mengatakan, terkait wilayah Kasemen, khususnya di Sawah Luhur, ada perubahan dari yang semula hanya diperuntukkan guna industri menjadi wilayah untuk industri dan perdagangan dan jasa. Perubahan ini menyesuaikan dengan rencana program Pemerintah Provinsi Banten yang akan membuat Serang Utara Terpadu.

“Perubahan itu karena kita melihat ada strategi kebijakan pemerintah provinsi, yaitu Serang Utara Terpadu,” ujarnya. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook