Gila! Korban Pencabulan Ayah Tiri di Kabupaten Serang Melahirkan Anak Perempuan 

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 05 Agustus 2020 - 22:42:09 WIB   |  dibaca: 693 kali
Gila! Korban Pencabulan Ayah Tiri di Kabupaten Serang Melahirkan Anak Perempuan 

SERANG, BANTEN RAYA- Korban pencabulan (13 tahun) ayah tirinya, warga Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang melahirkan bayi perempuan. Dua hari sebelumnya, ayah tirinya menyetubuhi untuk kesekian kalinya. Akibat perbuatannya, pelaku diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Banten Raya, kasus pencabulan oleh ayah tiri itu pertama kali dilakukan pada pertengahan tahun 2019. Awalnya pelaku yang berinisial KM (45) mulai menyukai anak tirinya yang mulai beranjak dewasa. 

Untuk melancarkan aksi bejatnya, pelaku berpura-pura mengajak korban makan bakso. Namun dalam perjalanan, gadis belia itu malah dibawa ke pinggir sungai yang jauh dari pemukiman penduduk. Di sana korban malah disetubuhi.

Dibawah ancaman, korban tidak berani menceritakan peristiwa tragis tersebut kepada ibunya maupun orang laim. Atas perbuatan bapak tirinya itu, korban akhirnya hamil. Meski dalam kondisi hamil, tidak ada keluarga yang mencurigainya.

Saat memasuki usia kehamilan sembilan bulan, pada 1 Agustus 2020 kemarin, bapak tirinya itu kembali menyetubuhi korban ketika istrinya sedang tertidur di kamar sebelah. Dua hari setelah disetubuhi, korban melahirkan anak perempuan. 

Mengetahui anaknya melahirkan, ibu kandung korban memaksa anak perempuannya itu berterus terang dan akhirnya sang anak mengaku jika anak yang dilahirkannya itu merupakan perbuatan ayah tirinya.

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan, kasus perbuatan asusila yang dilakukan bapak tirinya itu sudah terjadi dua kali hingga menyebabkan korban hamil. Korban sudah melahirkan bayi perempuan pada 3 Agustus 2020. 

"Dicabuli hingga hamil. Terakhir Sabtu kemarin, dua hari kemudian melahirkan," kata Mariyono didampingi Kasat Reskrim Polres Serang AKP Arif Nazarudin, Rabu (4/8).

Menurut Mariyono, setelah menerima laporan dari keluarga, polisi kemudian langsung mengamankan KM dan langsung menginterogasinya. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya.

"Tersangka mengajak korban bersetubuh dengan cara mengiming imingi akan diberikan uang dan berjanji akan memberikan bekal jajan kepada korban," ujarnya.

Akibat pencabulan yang dilakukannya itu, KM dijerat pasal 81 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang persetubuhan anak di bawah umur. Ancaman hukumannya 7 sampai 15 tahun kurungan penjara.

 "Pelaku kita tangkap di rumahnya (3 Agustus), setelah korban melahirkan. Motifnya, pelaku bernafsu pada korban," jelasnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook