Ada Siswa SMP Suspek Korona

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:28:44 WIB   |  dibaca: 507 kali
Ada Siswa SMP Suspek Korona

CILEGON, BANTEN RAYA – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Kota Cilegon resmi mengusulkan pembelajaran tatap muka yang baru dibuka dihentikan. Keputusan tersebut menjadi kesimpulan hasil Rapat Pembahasan Draf Surat Edaran Walikota Cilegon tentang Pembelajaran Secara Tatap Muka Sesuai Dengan Protokol Covid – 19, di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Rabu (5/8).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD yang sekaligus Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kota Cilegon Erwin Harahap menyatakan, Kota Cilegon masih masuk dalam zona kuning, sehingga berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bahwa kabupaten/kota dalam zona hijau yang boleh membuka pembelajaran tatap muka.“Ditunda, dikarenakan adanya SKB 4 menteri,” katanya kepada Banten Raya.

Erwin menjelaskan, selain bukan zona hijau, saat hasil ujicoba pembelajaran tatap muka justru terjadi kenaikan pasien positif korona.Bahkan, kata Erwin, ada kabar salah satu siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Cilegon positif korona.

Hal itu yang membuat Walikota Cilegon Edi Ariadi memerintahkan agar ujicoba belajar tatap muka dibatalkan dan rencana surat edaran pun ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. "Ada perintah (Ditunda) dari Pak Wali, karena ada penambahan positif korona,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Ismatullah membenarkan, ada salah satu siswa di SMPN 7 yang suspek korona, karena kontak langsung dengan salah pasien positif korona di Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan saat Idul Adha. Siswa tersebut cucu dari salah satu pasien positif korona, yang sedang melakukan isolasi mandiri.

“Waktu Lebaran (Jumat, 31/7) (Siswa_red) bersentuhan dengan neneknya dan selanjutnya ada tim gugus Covid mengisolasi keluarga tersebut, dan dari keluarga tersebut ada di SMP 7. Positif tidaknya tanyakan langsung ke gugus tugas, itu kewenangan dari gugus tugas dan dinkes ya. Kalau ada riwayat kontak dengan neneknya benar saat Idul Adha" jelasnya.

Namun, kata Ismat panggilan akrab Ismatullah, saat pembelajaran tatap muak dibuka poada Selasa (4/8), siswa tersebut tidak bersekolah.Ismat mengungkapkan, penundaan tersebut hal yang wajar ditengah kondisi penyebaran virus korona yang tidak menentu. Keputusan tersebut diambil setelah ada penambahan tiga orang pasien positif di Kota Cilegon.“Biasa buka tutup dalam situasi seperti ini, jadi karena korona tidak menentu,” paparnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook