Banyak yang Malak, Pasar Walantaka Kota Serang Ditinggalkan Pedagang 

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:47:00 WIB   |  dibaca: 614 kali
Banyak yang Malak, Pasar Walantaka Kota Serang Ditinggalkan Pedagang 

DARI WARGA UNTUK BANTEN RAYA - MUBAZIR: Pasar Rakyat Walantaka yang berlokasi di Lingkungan Cimareng, Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Walantaka, sepi dari aktivitas penjual dan pembeli, Kamis (6/8). Hal itu terjadi lantaran Pemkot kurang mendukung untuk promosi pasar tersebut. 

SERANG, BANTEN RAYA- Pasar Walantaka yang berlokasi di Jalan Raya Petir tepatnya di Lingkungan Cimareng, Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Walantaka, menjadi mubazir. Sebab, pasar yang dibangun pada pertengahan tahun 2017 melalui dana alokasi khusus Rp2,25 miliar itu kini kondisinya tak difungsikan. Hal itu terjadi lantaran para pedagang meninggalkan pasar yang diresmikan pada awal Juli 2019.

Seorang pedagang ayam potong yang tak jauh dari lokasi Pasar Walantaka, Hadi mengaku tidak mengetahui bila bangunan tersebut adalah pasar, karena selama ini ia dan pedagang lainnya berjualan di pinggir jalan. "Saya sendiri tidak tahu kalau di Walantaka ada pasar, karena saya pun sudah bertahun-tahun jualan di sini," ujar Hadi kepada wartawan, Kamis (6/8).

Oleh karena itu, Hadi mengaku siap apabila pemerintah memintanya untuk berpindah jualan ke Pasar Walantaka. Asalkan, tidak dikenakan bayar sewa, sebab hingga saat ini kondisi pasar tersebut masih sepi. "Kalau memang tidak ada biaya sewa, tentu saya mau. Tapi kalau ada biayanya saya masih menimbang khawatir tidak terbayar, karena kan kondisinya juga sepi," kata dia.

Warga Cigoong Syafrudin menilai Pasar Walantaka sepi pedagang dan pembeli, karena lokasinya yang kurang strategis. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang harus mengkaji secara matang bila hendak mendirikan pasar, sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat pembeli.

"Memang seharusnya kembangkan saja dulu yang sudah ada. Karena dulu, di belakang Polsek itu ada pasar tumpah," kata Udin sapaannya.

Ia juga menyebutkan, pengurusan izin berjualan di Pasar Walantaka cukup sulit dan adanya oknum yang mengambil pungutan liar (pungli). "Kalau menurut saya ngurus izinnya ribet dan banyak palakan (pungli). Terus juga yang boleh jualan di sana cuma warga Lebak Wangi, karena saya warga Cigoong jadi tidak boleh, tapi gak tau ya benar atau tidak," ungkapnya.

Masih di lokasi serupa, Pengelola Pasar Walantaka yang identitasnya namanya tidak mau dipublikasikan menjelaskan, ketika pasar baru dioperasikan, para pedagang sudah dikenakan retribusi untuk iuran kebersihan dan keamanan. Saat itu pihaknya menolak dengan alasan para pedagang belum mendapat keuntungan.

"Kata saya ke dinas jangan dulu, baru juga buka, nanti bulan depan baru bayar, biar jalan dulu usahanya," jelas bapak berkulit sawo matang ini.

Ia juga menilai Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) selaku liding sektornya kurang mendukung terhadap pasar tersebut. "Memang sebetulnya ini kurang dukungan dari pemerintah. Seharusnya bikin kegiatan apa gitu biar masyarakat tahu kalau ada pasar di sini," ujar dia.

Masih kata dia, Disperdaginkop UKM  Kota Serang pernah menjanjikan akan menggelar bazar dan menempatkan pedagang dari Pasar Induk Rau (PIR) serta Kalodran ke Pasar Walantaka. Namun hingga kini rencana tersebut hanya sebatas wacana, bahkan para pedagang yang ada pun telah meninggalkan pasar tersebut karena sepi dan tidak ada pembeli.

"Dulu pernah dijanjikan bakal ada bazar, tapi tapi tidak pernah ada. Padahal saya sudah usahakan warga dan pedagang agar meramaikan pasar ini (Walantaka). Bahkan petugas kebersihan pun sudah siap untuk bertugas di sini, tapi ternyata semakin hari pasar semakin sepi dan pedagang pun tak lagi berjualan," terangnya.

Ia juga menyebutkan, Disperdaginkop UKM pernah menjanjikan untuk memindahkan pedagang yang tak memiliki kios di PIR dan pasar lainnya untuk mengisi pasar Walantaka agar ramai. Bahkan pada saat peresmian ada 11 kios yang telah ditempati oleh pedagang, namun hanya mampu bertahan selama dua pekan dan tutup. Para pedagang itu pun kembali berjualan di beberapa pasar serta tempat lain.

"Ada yang ke Rau, ke Jakarta, bahkan jualan di pinggir jalan. Dari dinas (Disperdaginkop UKM) berjanji akan memindahkan pedagang dari Rau dan Kalodran, pokoknya pedagang yang tidak punya kios dipindahin ke Walantaka biar rame. Minggu lalu rencananya akan ada rapat dengan pihak terkait termasuk lurah dan dinas dengan wali kota, tapi saya capek dijanjikan terus," beber dia.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Serang Yoyo Wicahyono dihubungi via ponselnya, Kamis (6/8) sore sekitar pukul 17.30 dalam keadaan aktif, namun tak merespons. Begitu pun pesan singkat via chat Whatsapp (WA) yang dikirim sekitar pukul 17.56 hanya dibaca semata. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook