Napi di Lapas Serang Ketahuan Rakit Senjata Tajam dari Sendok dan Sikat Gigi

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:54:56 WIB   |  dibaca: 692 kali
Napi di Lapas Serang Ketahuan Rakit Senjata Tajam dari Sendok dan Sikat Gigi

DARI LAPAS UNTUK BANTEN RAYA - DISITA: Sajam dan sejumlah barang-barang ilegal dari dalam kamar warga binaan diamankan petugas saat razia, Rabu (5/8) malam.

SERANG, BANTEN RAYA - Narapidana (napi) atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang merakit benda-benda tak terpakai seperti sendok dan sikat gigi menjadi senjata tajam (sajam). Hal itu terungkap ketika petugas lapas menggelar razia, Rabu (4/8) malam.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Kelas IIA Serang Raja Muhammad Ismael Novadiansyah mengatakan, pada razia itu pihaknya menemukan 10 buah sajam dari kamar narapidana. Sajam itu berbentuk sendok dan sikat gigi yang sudah dimodifikasi oleh mereka.

"Dirakit dari sendok, sikat gigi dan barang lainnya. Jumlahnya sebanyak 10 buah," katanya kepada Banten Raya saat ditemui di Lapas Serang, Kamis (5/8).

Menurut Raja, puluhan senjata tajam rakitan narapidana itu kebanyakan dirakit oleh narapidana kasus kriminal. Namun hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan siapa pemilik sajam tersebut. "Kami sita karena membahayakan. Kami khawatir terjadi sesuatu, apalagi petugas kami masih sedikit," ujarnya.

Raja mengungkapkan, Lapas Serang tidak menginginkan sajam tersebut malah menjadi memicu perkelahian atau tawuran antar narapidana yang berujung pada jatuhnya korban. "Alasan mereka untuk jaga diri ada, juga untuk alat masak," ungkapnya.

Selain sajam rakitan, petugas juga menyita 5 telepon genggam, dan sejumlah alat-alat atau benda yang dilarang di dalam rutan. Untuk telepon genggam, biasanya diselundupkan napi melalui makanan yang dikirim dari orang yang besuk.

"Kalau melalui petugas saya pastikan tidak ada, karena kita melakukan pengetatan. Petugas kami selalu kita periksa saat masuk maupun keluar dari Lapas dan kita catat semua barang bawaannya," tambahnya.

Raja menegaskan bahwa narapidana yang terbukti memiliki barang-barang temuan tersebut akan diberi sanksi berupa hukuman pengasingan atau tutupan sunyi selama satu minggu.

"Terbukti memiliki (sajam) diproses lebih lanjut, hukuman disiplin. Distrapsel atau isolasi selama 6 hari, dan kita punya dua tempat dengan kapasitas 5 orang," tegasnya.

Raja menjelaskan, seluruh barang-barang sitaan yang ditemukan kemudian dikumpulkan untuk dimusnahkan, setelah dilakukan pencatatan berita acara. "Kita musnahkan semuanya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Serang Heri Kusrita mengatakan, razia tersebut juga menindaklanjuti perintah Harian Dasa Adi Brata Dirjen Pemasyarakatan dan surat edaran Irjen Kemenkum HAM RI tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba.

"Kita juga memastikan tidak ditemukan adanya pemberian fasilitas khusus di kamar blok hunian. Semua warga binaan, mendukung dan mampu bekerjasama dengan baik untuk memperlancar proses penggeledahan,” katanya.

Heri berharap, operasi penggeledahan ini akan tetap dijadikan agenda rutin Lapas Serang. Sebab pencegahan masuknya barang-barang ilegal itu sangat membantu dalam memberikan dukungan moral terhadap keterbatasan personel yang ada. 

"Kegiatan ini untuk membangun jiwa korsa antar petugas pemasyarakatan, khususnya dalam pelaksanaan tugas keamanan dan ketertiban," jelasnya. (darjat/rahmat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook