2.000 Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Pemprov Cuma Bisa Fasilitasi 70 Pompa

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 08 Agustus 2020 - 09:22:40 WIB   |  dibaca: 200 kali
2.000 Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Pemprov Cuma Bisa Fasilitasi 70 Pompa

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat seluas 2.000 hektare sawah di Banten terancam mengalami kekeringan. Hal itu terjadi karena saat ini provinsi paling barat di Pulau Jawa itu sedang mengalami musim kemarau.

Kepala UPTD Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan (BPTPHP) pasa Dinas Pertanian Provinsi Banten Luki Saptaji mengatakan, musim kemarau cukup berpengaruh terhadap kondisi lahan pertanian. Berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat sekitar 2.000 hektare sawah terancam mengalami kekeringan.

“Sekitar 2.000 hektare yang rawan kekeringan. Kami terus mengidentifikasi daerah daerah-daerah yang masuk rawan kekeringan," ujarnya, Sabtu (8/8).

Ia menuturkan, meski masuk kategori rawan kekeringan namun sebagian besar sudah memasuki masa panen. Dengan demikian, komoditas tanaman padi masih bisa diselamatkan.

Untuk mengantisipasi kekeringan pihaknya mengerahkan 70 unit pompa air. Alat itu diberikan kepada para petani di sejumlah daerah seperti di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak. 

“Selama ada sumber air yang bisa disedot kita siapkan pompa dengn cara pinjam pakai. Sebagian sudah terdistribusi kurang lebih 20 unit,” katanya.

Luki meyakini, sawah yang mengalami kekeringan bisa ditekan mengingat prediksi musim penghujan akan datang mulai Oktober. Dengan demikian, jika musim tanam dimulai pada bulan itu maka panen berikutnya akan terjadi pada Maret 2021.

“Prediksi seperti itu sehingga musim tanam Oktober-Maret sudah bisa dilakukan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten Aan Muawanah menegaskan, ketersediaan pangan di Banten masih mencukupi hingga beberapa bulan ke depan. “Data kami masih aman-aman saja antara ketersediaan dan kebutuhan bahan pangan,” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook