Ratusan Hektare Lahan di Banten Beralihfungsi Jadi Bangunan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 09 Agustus 2020 - 21:21:10 WIB   |  dibaca: 186 kali
Ratusan Hektare Lahan di Banten Beralihfungsi Jadi Bangunan

Muhamad Tohir/ Banten Raya - Anggota DPR RI Komisi IV Nuraeni saat menjadi pembicara seminar pertanian dengan tema "Implementasi Empat Pilar dalam Rangka Ketahanan Pangan di Indonesia pada Situasi Pandemi Covid-19" di Auditorium Untirta, Sabtu (8/8).

SERANG, BANTEN RAYA- Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian Untirta (IKA Faperta Untirta) mencatat ada ratusan hektare lahan pertanian yang beralihfungsi menjadi bangunan. IKA Faperta Untirta meminta pemerintah mengerem alihfungsi lahan ini demi ketahanan pangan di Provinsi Banten.
Ketua Umum IKA Faperta Untirta Rizal Aziz mengatakan, 70 persen alumni IKA Faperta Untirta menjadi penyuluh pertanian. Informasi dari para penyuluh, ada banyak lahan yang beralihfungsi di Provinsi Banten.
“Datanya sampai saat ini masih dikumpulkan tapi khusus untuk Kota Serang ada ratusan lahan yang beralih fungsi,” kata Rizal saat seminar pertanian dengan tema "Implementasi Empat Pilar dalam Rangka Ketahanan Pangan di Indonesia pada Situasi Pandemi Covid-19" di Auditorium Untirta, Sabtu (8/8).
Rizal menyatakan, umumnya alih fungsi lahan terjadi karena lahan dijadikan untuk perumahan seperti yang terjadi di Kota Serang dan industri seperti yang terjadi di Kabupaten Serang. Ia berharap pemerintah bertindak jangan sampai alihfungsi lahan ini tidak terkendali. Apalagi, Provinsi Banten saat ini masuk ke dalam 10 besar daerah penyuplai beras nasional. “Jangan sampai dengan adanya alih fungsi lahan besar-besaran Banten keluar dari 10 besar,” ujarnya.
Anggota DPR RI Komisi IV Nuraeni mengatakan, ada empat pilar untuk membangun pangan nasional, yaitu kedaulatan pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan, dan keamanan pangan.  Kedaulatan pangan terlihat dari kebijakan pangan pemerintah yang menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.
“Kemandirian pangan tercermin dari kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup,” ujarnya.
Nuraeni mengatakan, kunci dari ketahanan pangan ada pada petani. Karena itu, maka keberpihakan negara atau pemerintah terhadap petani mutlak harus dilakukan dengan serius, salah satunya dengan menjaga lahan pertanian dari alih fungsi lahan.
“Perlindungan terhadap petani, minimal dua hal yaitu lindungi aset petani, baik lahan maupun legalitasnya, dan lindungi akses petani, baik akses informasi, akses sumber daya, dan akses modal,” tutur politisi Partai Demokrat ini. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook