Belajar Tatap Muka Ganjil Genap di Pandeglang, Orangtua Siswa Kebingungan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 10 Agustus 2020 - 14:52:06 WIB   |  dibaca: 782 kali
Belajar Tatap Muka Ganjil Genap di Pandeglang, Orangtua Siswa Kebingungan

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Pandeglang mulai menerapkan sekolah tatap muka, Senin (10/8). 

Pantauan Banten Raya di sejumlah sekolah, yakni SD Negeri Pandeglang 1, 2, 3, dan 4, para siswa wajib di cek suhu tubuh oleh petugas sekolah, mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, dan mengenakan face shield atau pelindung wajah.

"Iya anak saya baru hari ini masuk sekolah lagi," kata Susanti salah seorang wali murid ditemui di lingkungan SD Negeri Pandeglang 1. 

Sementara itu, Guru Kelas 6 SDN Pandeglang 1 Ratu Yani mengatakan, pada belajar tatap muka tersebut jumlah siswa yang masuk dibatasi separuhnya dari jumlah siswa per kelas dan dibagi menjadi dua shift.

"Jumlah siswa dibatasi perkiraan satu kelas misalkan 40 murid dibagi jadi 20 orang. Untuk shift pertama kelas rendah dari pukul 07.30 sampai pukul 09.00 WIB, dan shift kedua kelas tinggi dari pukul 08.00 sampai pukul 10.00 WIB," terangnya. 

Menurutnya, belajar tatap muka disambut baik orang tua siswa. Hanya saja, kata dia, wali murid keberatan dengan penerapan ganjil genap.

"Orang tua pada mengeluh mendingan sekolah tatap muka, dari pada belajar di rumah karena suka banyak keperluan. Di sini gak gunakan ganjil genap dan menerapkan menurut absensi. Penerapan ganjil genap orang tua murid kebingungan, anaknya lupa nomor berapa-berapanya. Makanya, di sini menggunakan urutan absensi. Kami dari pihak sekolah bagaimana mudahnya orang tua," katanya. 

Dia mengklaim, tidak ada siswa yang mengeluh sakit di hari pertama sekolah. Pihaknya menyarankan untuk siswa yang sedang sakit agar tidak masuk sekolah. 

Sebelum belajar tatap muka diterapkan, sekolahnya sudah menyediakan masker gratis untuk siswa, menyediakan sarana cuci tangan dan penyemprotan disinfektan. 

"Alhamdulillah gak ada. Untuk siswa yang lagi sakit jangan sekolah dulu. Sebelum masuk ke sekolah siswa disemprot disinfektan, cek suhu, cuci tangan, tetap jaga jarak dan bawa sanitizer bagi yang punya," paparnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook