Kabupaten Serang Punya Kebun Emas 10 Hektare di Kecamatan Mancak

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 11 Agustus 2020 - 17:49:41 WIB   |  dibaca: 2646 kali
Kabupaten Serang Punya Kebun Emas 10 Hektare di Kecamatan Mancak

TANJUNG/BANTEN RAYA - PANEN PORANG: Kepala Distan Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana menunjukan buah porang yang baru dipanen petani di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Senin (10/8).

SERANG, BANTEN RAYA - Warga Desa Sangiang, Kecamata Mancak melakukan panen raya porang seluas 10 hektare. Tanaman porang yang sebelumnya menjadi tanaman liar di hutan saat ini menjadi andalan para petani di Desa Mancak. Selain karena harga jualnya yang tinggi, juga kebutuhan ekspornya terus meningkat.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, tanaman porang sebelumnya menjadi tanaman liar yang tidak diperhatikan oleh para petani. Namun saat ini porang mulai dilirik karena porang banyak dipakai untuk kebutuhan industri di luar negeri seperti industri makanan, industri lem, dan industri pelapis dinding.

"Ternyata sekarang ini porang punya nilai lebih dan mulai dibudidayakan secara insentif oleh petani yang tadinya tumbuh liar di tengah hutan," ujar Zaldi saat meninjau panen porang di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Senin (10/8).

Ia mengungkapkan, luas tanaman porang di Desa Sangiang saat ini sudah cukup luar biasa dan sudah mencapai sekitar 10 hektare. Adapun modal yang dibutuhkan untuk menanam porang seluas satu hektar sebesar Rp100 juta. "Satu hektar itu produksinya 50 ton dengan harga jual Rp8.000 per kilogram. Artinya dalam satu hektar menghasilkan uang sebesar Rp400 juta," ujarnya.

Zaldi menuturkan, untuk tanaman porang sampai bisa dipanen dibutuhkan waktu selama tujuh bulan. "Itu per kilogram Rp8.000 jika dijual dalam bentuk umbi, kalau sudah diolah bisa tiga kali lipat harga jualnya. Kebetulan pengepulnya untuk di Banten, baik dari Pandeglang dan Cilegon orang Mancak. Jadi nanti orang Mancak itu yang mengekspor," paparnya.

Bertanam porang sendiri, kata Zaldi, para petani menyebutnya bertanam emas karena permintaan akan porang makin lama makin banyak. "Nilai ekonomis dari porang cukup tinggi dan kebutuhan ekspornya juga tinggi. Sekarang dianggap berkebun emas oleh petani kita. Dulu tanaman liar sekarang bibitnya juga dijual," ujarnya. (tanjung/fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook