Yemmelia Persilakan Pengurus IKM Kabupaten/Kota Serang Ajukan Gugatan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 11 Agustus 2020 - 21:01:30 WIB   |  dibaca: 808 kali
Yemmelia Persilakan Pengurus IKM Kabupaten/Kota Serang Ajukan Gugatan

SERANG, BANTEN RAYA- Mantan pegawai Pemprov Banten Yemmelia mempersilahkan para pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Serang dan Kota Serang mengajukan gugatan hukum kepadanya. Yemmelia 
mengaku mengantongi bukti kuat bahwa ia merupakan pengurus yang sah dalam organisasi IKM Provinsi Banten. 
Ia pun memperingatkan orang-orang yang akan melakukan gugatan untuk tidak melakukannya, apabila tidak ingin dipermalukan. "Kalau memang mau membuktikan dengan data, data kami jelas, nanti mereka yang malu kalau buka-bukaan. Sudahlah tidak perlu diramaikan," katanya, Selasa (11/8).
Yemmelia pun mengungkapkan versi lain mengapa ada organisasi bernama Induk Keluarga Minangkabau dan Ikatan Keluarga Minangkabau, yang sama-sama disingkat IKM. Ia mengungkapkan, semula memang nama organisasi ini adalah Ikatan Keluarga Minangkabau yang terbentuk di kabupaten dan kota bahkan tingkat provinsi. Setelah itu terjadilah perpecahan karena ada pengurus yang sakit hati, lalu membuat organisasi tandingan dengan yang sudah ada. 
Untuk menyatukan itu, maka dibentuk organisasi di tingkat pusat yang dinamakan dengan Induk Keluarga Minangkabau, dengan maksud agar organisasi ini bisa menaungi organisasi-organisasi perkumpulan masyarakat Minangkabau yang ada di provinsi dan kabupaten kota. "Semua tertuang di AD/ART. Jadi kalau belum paham tentang IKM jangan mengklaim," katanya.
Yemmelia sendiri akhirnya bertanya balik kepada kelompok yang menamakan diri pengurus Ikatan Keluarga Minang karena mereka dipilih oleh siapa dan oleh masyarakat Minang yang mana. Ia mengklaim IKM yang berada di bawah kepengurusannya sudah terstruktur dan jelas ada di setiap kabupaten dan kota, bahkan sampai kecamatan.
"Kalau di pusat namanya Memang DPP Induk keluarga Minang, kalau di provinsi Ikatan Keluarga Minang dan kalau di kabupaten kota beda-beda lagi, contoh di Cilegon namanya IKAMI," kata Yemmelia.
Diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) berencana mengajukan gugatan hukum kepada Ketua Induk Keluarga Minangkabau (IKM) Provinsi Banten Yemmelia. Yemmelia yang merupakan mantan pegawai Pemprov Banten ini diduga telah melakukan pencemaran nama baik IKM Kabupaten Serang dan IKM Kota Serang.
Ketua IKM Kota Serang Aldo mengatakan, dalam sebuah pemberitaan media online Yemmelia mempertanyakan legalitas kepengurusan IKM Kabupaten Serang dan IKM Kota Serang. Padahal, kedua kepengurusan itu sudah terdaftar pada kesbangpol di daerah masing-masing.
"Ada pencemaran nama baik IKM Kabupaten Serang dan IKM Kota Serang oleh Yemmelia. Maka kami menyampaikan hak jawab atas apa yang disampaikan Yemmelia di media," ujar Aldo didampingi pengurus IKM Kabupaten Serang dan IKM Kota Serang saat konferensi pers di Kompleks Ciceri Permai, Kota Serang, Senin (10/08) malam.
Hal lain yang diluruskan oleh pengurus IKM Kabupaten Serang dan IKM Kota Serang adalah tentang status Yemmelia dalam kepengurusan IKM. Menurut Aldo, bila Yemmelia menyatakan diri sebagai Ketua Ikatan Keluarga Minangkabau Provinsi Banten adalah hal yang salah, bahkan bohong. Sebab, Ketua Ikatan Keluarga Minangkabau Provinsi Banten adalah Afandi Harianto yang sekarang telah almarhum.
Yemmelia yang benar adalah Ketua Induk Keluarga Minangkabau Provinsi Banten dan merangkap sebagai Sekretaris Jenderal DPP Induk Keluarga Minangkabau. Meski sama-sama disingkat IKM, namun organisasi yang di dalamnya ada Yemmelia berbeda dengan IKM yang di dalamnya ada Aldo. Yemmelia diduga dengan sengaja menggunakan kata ikatan pada isi SK yang dirinya buat, padahal pada kop surat serta penggalan halaman SK tertulis kata-kata induk. "Ketua DPP IKM Yemmelia adalah Fuat Basya. Kalau IKM kami Ketua DPP-nya Pak Fadli Zon," ujarnya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook