Warga Sekitar Sekolah Kena Korona, Tatap Muka di Pandeglang Dihentikan 

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 11 Agustus 2020 - 22:21:46 WIB   |  dibaca: 631 kali
Warga Sekitar Sekolah Kena Korona, Tatap Muka di Pandeglang Dihentikan 

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Belajar Tatap Muka (PTM) di dua sekolah yakni SDN Kadumerak 1 dan SMP Negeri Karangtanjung 1 terpaksa berlangsung hanya satu hari. Kegiatan belajar tersebut terpaksa dihentikan dikarena ada warga Perumahan Bougenville yang berada di kawasan dua sekolah ini dinyatakan positif korona.

Dijelaskan Herlina, salah satu guru SDN Kadumerak 1 yang juga warga Perumahan Bougenville, penghentian PTM sebagai langkah antisipasi siswa terpapar korona. Soalnya kata Herlina lingkungan sekolah berada di komplek dimana satu warganya dikabarkan positif korona. “Interaksi siswa dengan warga komplek memang tidak terjadi walaupun bersebelahan. Namun untuk menjaga-jaga, sekolah kembali pakai sistem belajar di rumah,” katanya.

Dikatakannya, penyetopan kegiatan belajar ini diambil pihak sekolah setelah mendapat persetujuan dari Kordinator Administrasi (Koormin) Pendidikan Kecamatan Karangtanjung, ketua komite dan kepala sekolah. “Untuk selanjutnya kami menunggu arahan dari dinas pendidikan dan gugus tugas. Yang jelas belajar tetap dilanjutkan dari rumah,” katanya. 

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD Kamir mengatakan, penyetopan PTM sudah dikonfirmasikan dengan pihak Disdikbud Pandeglang. Menurut Kamir hal itu sebagai langkah antisipasi akibat adanya warga terdekat yang terpapar. “Kegiatan belajar tatap muka selanjutnya menunggu perkembangan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.

Salah satu orangtua siswa SDN Kadumerak bernama Iis mengatakan, dengan adanya warga yang positif korona ia kahawatir keselamatan anaknya. “Kami juga jadi ikut khawatir, padahal kami sudah senang anak sudah belajar tatap muka di sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN Karangtanjung 1 Ma’mun menyatakan, sekolahnya bersebelahan dengan SDN Karangtanjung 1 dan komplek Bougenville. “Kami kembali melaksanakan belajar dari rumah sambil melihat perkembangan selanjutnya. Langkah ini terpaksa diambil sambil terus melakukan koordinasi dengan semua pihak, akibat munculnya warga terdekat yang terpapar covid. Kita juga sedang rapat dengan dewan guru,” jelas Ma’mun.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pandeglang Achmad Sulaiman, membenarkan jika ada kasus baru warga yang dinyatakan positif. “Benar, ada kasus baru warga Pandeglang yang bekerja di Jakarta. Penundaan belajar tatap muka saya kira langkah yang tepat untuk mencegah penularan,” jelas Achmad Sulaiman. (muhaemin/hendra)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook