Pemkot Serang Kehabisan Anggaran di APBD Perubahan 

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 13 Agustus 2020 - 09:26:42 WIB   |  dibaca: 242 kali
Pemkot Serang Kehabisan Anggaran di APBD Perubahan 

SERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan tidak ada penambahan anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Serang tahun 2020. 

Hal itu menyusul anggaran yang tersedia menjadi berkurang, sehingga butuh dilakukan pengurangan.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, untuk APBD Perubahan 2020 ini, Pemkot Serang sudah kehabisan anggaran. Sehingga, pihaknya sudah tidak bisa menambah program pada periode 2020 ini.

"Sudah tidak ada anggaran. Jadi tidak bisa menambah program lagi untuk tahun ini. Kalau pun ada program yang ingin dilakukan, akan dianggarkan pada 2021 mendatang yang saat ini APBD murninya sedang dibahas," ujar Syafrudin kepada awak media, Rabu (12/8).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, agar Pemkot Serang segera memperbaiki ratusan tong sampah yang ada di sepanjang jalan protokol. Sebab, banyak tong sampah yang rusak dan hilang.

"Tidak bisa melakukan pengadaan tong sampah, karena anggarannya sudah habis. Kalau diminta harus ada tong sampahnya dalam kurun waktu satu minggu atau akhir tahun, anggaran perubahan pun sudah tidak ada," tegas dia.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Serang Wachyu B. Kristiawan, membenarkan, pada APBD Perubahan 2020 Pemkot Serang tidak bisa menambah program. Bahkan menurutnya, pada APBD Perubahan ini harus ada yang dikurangi.

"Penambahan enggak ada. Yang namanya APBD Perubahan itu yah kadang bisa ditambah, kadang bisa dikurang, kadang hanya menggeser anggaran saja," kata Wachyu, saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Rabu (12/8).

Ia menjelaskan, APBD Perubahan itu tidak mesti menambah anggaran. Dalam penyusunannya, harus memperhatikan bagaimana asumsi anggaran pendapatan dari pemerintahan.

"Nah kalau APBD Perubahan tahun sekarang itu, kita semua kan sudah mengetahui bersama bahwa adanya pandemi ini membuat pendapatan berkurang. Transfer dari pemerintah pusat berkurang, PAD kita juga menurun. Maka belanjanya harus disesuaikan," ucap dia.

Dengan demikian, lanjut dia, pembahasan APBD Perubahan 2020 ini tidak memungkinkan adanya penambahan anggaran. Sehingga hanya akan ada pergeseran anggaran dan pengurangan anggaran. "Pergeseran dan pengurangan anggaran saja," jelasnya.

Untuk diketahui, berbagai pendapatan Kota Serang hampir semua diarahkan untuk penanganan Covid-19. Seperti transfer dari pusat untuk pengerjaan beberapa pembangunan fisik, yang dihentikan karena harus digunakan untuk penanganan Covid-19.

Begitu pula dengan Bankeu dari Provinsi Banten. Pemkot Serang yang mendapatkan kucuran Bankeu sebesar Rp45 miliar harus ikhlas agar anggaran yang semulanya akan digunakan untuk melakukan beberapa pembangunan, dialihkan untuk penanganan Covid-19. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook