Hak Tak Dipenuhi Direksi dan Manajemen, 500 Karyawan RSKM Cilegon Ancam Mogok Kerja

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:50:19 WIB   |  dibaca: 6689 kali
Hak Tak Dipenuhi Direksi dan Manajemen, 500 Karyawan RSKM Cilegon Ancam Mogok Kerja

CILEGON, BANTEN RAYA - Karyawan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) kecewa dengan adanya keputusan direksi dan manajemen soal tidak dipenuhinya sejumlah hak karyawan, terutama adanya kenaikan upah atau gaji yang seharusnya diberikan setiap tahun. 

Padahal, hak kenaikan upah dan lainnya harus dipenuhi sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara karyawan dan perusahaan pada periode Januari tahun ini.

Humas Serikat Kerja Krakatau Medika (SKKM) Fahruroji menjelaskan, pihaknya sudah memediasi dan memperjuangkan apa yang menjadi hak kurang lebih 500 karyawan RSKM atau PT Krakatau Medika. Namun, pada pertemuan terakhir Kamis (13/8), direksi memutuskan tidak ada kenaikan.

"Nanti sore ini kami serikat akan rapat lagi, bisa saja ujung-ujungnya kita menempuh jalur hukum sampai PHI (Pengadilan Hubungan Imdustrial), atau kami bisa saja mogok kerja. Tadi kami sudah bertemu direksi dan jawabanya tidak ada kenaikan," katanya kepada Banten Raya, Kamis (13/8).

Fahruroji menyatakan, dari beberapa hak normatif yang ada dalam PKB, karyawan hanya menuntut hak kenaikan gaji sebesar 8,69 persen. Untuk hak lainnya seperti seragam, pembahasan uang tranport bisa dilewatkan. Namun untuk gaji harus direalisasikan.

"Hak normatif lainnya oke lah kita paham karena kondisinya aeperti ini (terdampak Covid - 19). Namun gaji harus direalisasikan," imbuhnya.

Sementara itu, Humas RSKM Nurhidayat membenarkan adanya pertemuan serikat dan direksi soal pembahasan tuntutan kenaikan gaji. Namun, karena serikat meminta keputusan final maka secara lisan direksi memutuskan untuk tahun ini tidak ada kenaikan. Hal itu karena kinerja keuangan RSKM minus.

"Sampai periode (keuangan) kemarin masih ada plusnya. Namun jika dikurangi biaya-biaya yang akan dikeluarkan minus. Karena ingin (serikat) keputusan final maka direksi memutuskan menunda sampai kinerja keuangan membaik," ungkapnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook