Kisah Gedung Eks Matahari Lama Cilegon: Tiap Malam Terdengar Suara Perempuan Cekikikan (2)

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 19 Agustus 2020 - 07:22:58 WIB   |  dibaca: 2114 kali
Kisah Gedung Eks Matahari Lama Cilegon: Tiap Malam Terdengar Suara Perempuan Cekikikan (2)

CILEGON, BANTEN RAYA - Kondisi gedung eks Matahari atau yang biasa disebut gedung Matahari Lama di Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, kondisinya semakin menyeramkan. Gedung enam lantai yang dua dekade silam menjadi favorit warga untuk berbelanja kini kosong melongpong dan terisi hanya ceceran sampah. 

Pantauan Banten Raya, Selasa (18/8), kondisi gedung aset Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang tidak terpakai tiga tahun terakhir ini sepi. Ada satu ruangan yang dimanfaatkan oleh salah satu Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Pada lantai dasar, ada dua pintu terbuka dan bisa dimasuki oleh siapapun. Gedung yang terletak di jalan protokol tepatnya di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa itu kembali ramai diperbincangkan oleh warganet di Kota Cilegon setelah dikupas oleh salah satu Youtuber dengan akun Joe Kal.

Joe Kal mengunggah konten tentang ulasan kondisi gedung eks Matahari di Kota Cilegon dengan judul Mall Kosong. Video tersebut diunggah pada 15 Agustus 2020 dengan durasi 13 menit 52 detik.

Penjaga gedung eks Matahari, Dedi Afandi mengatakan, jika malam hari, sering ada suara perempuan cekikikan di dalam gedung, meski ia yakin tidak pernah ada orang masuk ke dalamnya. 

“Penunggunya ada, tetapi tidak mengganggu. Suara aneh cewek ketawa, tetapi tidak mengganggu,” ungkapnya.

Dedi menambahkan, gedung eks Matahari mulai tidak digunakan sekitar tiga tahun terakhir. Gedung yang dulunya sebagai pusat perbelanjaan, sempat dijadikan perkantoran Pemkot Cilegon. “Namun, pas 2017 lalu pada pindah, tidak tidak digunakan lagi,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati mengatakan, gedung Eks Matahari statusnya menjadi aset Pemkot Cilegon dan bersertifikat. Saat ini, sedang dilakukan kajian untuk dimanfaatkan oleh pihak swasta dan untuk dimanfaatkan. 

“Kita sedang melakukan uji kelayakan oleh PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) agar bisa dimanfaatkan oleh pihak lain dengan sistem sewa. Kita tidak ingin ketika dimanfaatkan, maka membahayakan yang memanfaatkan itu,” kata Sari. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook