Sampah Numpuk di Pinggir Jalan, Warga Dalung Keluhkan Bau Tak Sedap

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 21 Agustus 2020 - 21:50:39 WIB   |  dibaca: 476 kali
Sampah Numpuk di Pinggir Jalan, Warga Dalung Keluhkan Bau Tak Sedap

SERANG, BANTEN RAYA – Warga Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, mengeluhkan bau sampah yang berserakan di pinggir jalan. Sudah seminggu lebih sampah tersebut tidak pernah diangkut oleh petugas kebersihan Kota Serang.

Adel, warga sekitar mengaku tidak nyaman dengan bau tak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan sampah di tepi jalan itu. Lantas, ia pun menyayangkan petugas kebersihan Kota tidak rutin mengangkut sampah, hingga akhirnya berserakan ke tengah jalan.

“Sampah tersebut selain berserakan juga bau. Jadi kalau lewat jalan ini, udah seperti tempat pembuangan sampah di Cilowong. Baunya menyengat,” kata Adel ditemui di lokasi, Jumat (21/8).

Selain keluhan sampah, ia juga mengeluhkan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang menuju Perumahan Karisma kerap padam. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama warga Dalung untuk pergi ke pusat Kota Serang dan lainnya. 

Karena itu, warga berharap petugas terkait agar menyelesaikan permasalahan sampah yang berserakan di lokasi tersebut dan titik lain di Kota Serang. Kemudian lampu yang padam juga agar bisa nyala kembali. Karena kalau malam, kondisi jalan gelap gulita.

“Kasihan kan warga yang lewat jalan sini. Sudah bau karena sampah yang berserakan kemudian ditambah dengan kondisi jalan yang gelap,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto mengatakan, persoalan sampah liar di Jalan Raya menuju ke Perumahan Karisma itu akibat perilaku masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. 

"Jadi sebetulnya itu tidak perlu terjadi, kalau masyarakatnya juga tidak sembarangan buang sampahnya, jadi harus mengerti jangan cuma ngeluh aja," ujar Ipiyanto, dihubungi via ponselnya, Jumat (21/8) malam sekitar pukul 19.00. 

Menurut dia, pihaknya telah menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS) berupa bak kontainer di wilayah tersebut. Namun yang terjadi justru bak sampahnya kosong, sampahnya berserakan di luar. 

"Jadi maksud saya gak perlu lah masyarakat ngomong-ngomong begitu. Tinggal introspeksi diri aja. Itu kan sama aja udah pelanggaran Perda Nomor 3 tahun 2010 tentang K3 dan Perda Pekat (penyakit masyarakat), saya lupa nomor Perda Pekat," ucap dia. 

Meski demikian, pihaknya tetap akan mengangkut sampah liar tersebut. Namun ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. 

"Tetap akan kita angkut. Namanya kebersihan tetap kita angkut. Walaupun tidak di TPS atau sampah liar tetap akan kita angkut. Tapi kita kan sambil melakukan sosialisasi. Harapan kita tidak terjadi lagi seperti itu (sampah liar numpuk), supaya kita konsen. Kalau dibuangnya di TPS kan kita bisa konsen. Jalur kita kan jadi jelas. Kalau begitu kan jadi mobat-mabit kita jalurnya," tandasnya. 

Sementara Kepala Dishub Kota Serang Maman Luthfi dihubungi via ponselnya, Jumat (21/8) sekitar pukul 19.10 dalam keadaan aktif, namun yang bersangkutan tidak merespon. Begitupun pesan chat WhatsApp (WA) yang dilayangkan oleh Banten Raya hingga berita ini rampung tak kunjung dibalas. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook