Hari Ini, Muncul 42 Kasus Baru Covid-19 di Banten

nurul roudhoh   |   Kesehatan  |   Jumat, 21 Agustus 2020 - 22:06:45 WIB   |  dibaca: 418 kali
Hari Ini, Muncul 42 Kasus Baru Covid-19 di Banten

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat ada 42 kasus terkonfirmasi baru Covid-19 pada Jumat (21/8). Untuk menekan penyebaran virus tersebut, Pemprov Banten bakal menerapkan aturan lebih ketat terhadap masyarakat.

Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Banten, kasus konfirmasi Covid-19 di Provisni Banten hingga 21 Agustus di Banten terdapat 2.328 atau naik 42 kasus dari hari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 494 masih dirawat, 1.712 sembuh dan 122 meninggal.

Adapun rinciannya terdiri atas Kota Tangerang dengan 548 sembuh, 175 masih dirawat dan 46 meninggal. Kota Tangerang Selatan 588 sembuh, 88 masih dirawat dan 45 meninggal. Kabupaten Tangerang 374 sembuh, 150masih dirawat dan 18 meninggal. Kabupaten Lebak 23 sembuh, 9 masih dirawat dan 1 meninggal.

Kota Cilegon 53 sembuh, 22 masih dirawat dan 4 meninggal. Kota Serang 34 sembuh, 25 masih dirawat dan 4 meninggal. Kabupaten Serang 75 sembuh, 17 masih dirawat dan 2 meninggal. Terakhir di Kabupaten Pandeglang 17 sembuh, 8 masih dirawat dan 2 meninggal.

Terdapat tiga daerah yang diberi zona oranye yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Sementara lima daerah lainnya berstatus zona kuning. 

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, saat ini Pemprov Banten tengah bersiap untuk menerapkan peraturan wajib masker bagi masyarakat. Hal itu menyusul telah diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020. Produk hukum itu mengatur terkait peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

"Sekarang kami sedang menggodok dulu payung hukumnya berupa pergub (peraturan gubernur) untuk bisa melaksanakan itu di wilayah Provinsi Banten," ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, inpres tersebut merupakan landasan hukum bagi pemerintah daerah dalam upaya penanganan situasi pandemi Covid-19. Kemudian juga sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. 

"Jadi inpres tersebut mengatur tentang sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan Covid-19," katanya.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti memaparkan, pengelompokkan zona warna diberikan berdasarkan sejumlah pertimbangan. Zona hijau merupakan daerah dengan tidak ada kasus positif. Zona kuning merupakan daerah yang ada kasus positif dan menunjukan tren. Zona oranye ada kasus positif tren kasus meningkat dan adanya transmisi lokal.

"Sementara zona merah adalah sebaran kasus meluas, tren kasus semakin meningkat dan transmisi lokal semakin meluas," paparnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook