Komitmen Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten/Kota Dalam Penanggulangan HIV AIDS dan IMS

Redaksi   |   Kesehatan  |   Selasa, 01 September 2020 - 20:17:01 WIB   |  dibaca: 228 kali
Komitmen Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten/Kota Dalam Penanggulangan HIV AIDS dan IMS

Kiri KPAP Banten,KPAK Lebak, tengah Sekretaris KPAP Banten, Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi, SE, M.Si, Bagian Kesra dan Dinkes Kabupaten Lebak usai rapat koordinasi untuk mencegah dan menekan kasus HIV AIDS dan IMS di kabupaten Lebak.

SERANG, BANTEN RAYA-Situasi saat ini Pemerintah Pusat sedang disibukan oleh penanganan pencegahan pendemi Covid-19. Hal ini tidak hanya terjadi di Pemerintah Pusat saja, tetapi situasi ini hampir terjadi di semua Provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Semua difokuskan pada Penanganan Pencegahan  Covid-19.

Di Provinsi Banten, selain urusan penanganan dan pencegahan  Covid-19,  Pemerintah Provinsi pun memberikan perhatian khusus pada penyakit lainnya, dalam hal ini penyakit HIV AIDS dan IMS, dimana kasus baru HIV AIDS dan IMS selalu ditemukan dan perlu diketahui bahwa Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu pintu masuk dari penyakit  HIV, dan jika tidak segera ditangani dengan baik maka penderita HIV akan masuk pada pase AIDS.

Di Banten saat ini kasus baru HIV sudah mulai dapat dikendalikan dan terkontrol, dimana kasus baru tidak mengalami peningkatan kasus yang cukup pesat, harapan besar dari situasi ini adalah dapat memutus mata rantai penularan epidemi HIV AIDS dan IMS.

Hal ini terjadi karena komitmen Pemerintah Provinsi Banten dan kabupaten/kota turut berperan aktif dalam memutus mata rantai penularan HIV. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten dan kabupaten/kota.

Dukungan tersebut dalam membentuk layanan PDP di 60 puskesmas di Banten, menyediakan rapid test serta reagen untuk tes HIV dan menyediakan stock ARV sebagai obat yang di konsumsi oleh orang yang hidup dg HIV.

Selain komitmen tersebut, pemerintah kabupaten/kota pun aktif dalam pelaksanaan kegiatan pencarian kasus baru dengan melakukan kegiatan mobile VCT pada kelompok beresiko, seperti yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Lebak, setiap sasaran kelompok beresiko dilakukan tes HIV dan hampir keseluruhan hasil tes dinyatakan non reaktif.

Begitu pula yang dikerjakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi dengan didukung 12 orang petugas lapangan yang ditugaskan di Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Lebak, para petugas lapangan ini sudah menjangkau sedikitnya 1.000 orang penduduk Banten selama Juni dan Juli.

Selain dijangkau, mereka pun diberikan informasi seputar HIV AIDS dan IMS serta dirujuk ke layanan tes HIV di puskesmas terdekat. Jika melihat hasil tesnya sebagian besar non reaktif, namun ada pula yang reaktif dan dilanjutkan untuk akses pengobatan ARV.

Beberapa aktifitas tersebut merupakan komitmen atau dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Banten serta kabupaten/kota melalui kemitraan dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr.dr.Ati Pramudji Hapstuti, M.A.R.S saat di konfirmasi terkait kegiatan yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS menyampaikan apresiasi positif atas kinerja Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten dan kabupaten/kota, dimana fungsi koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik, sehingga saling mendukung dalam pencapaian program yang tertuang pada kebijakan nasional dipencegahan dan penanggulangan HIV AIDS dan IMS.

Hal senada disampaikan pula oleh Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi yakni dr. Santoso Edi Budiono, Sp.KK, bahwa tanpa didukung oleh pemerintah baik Provinsi Banten dan kabupaten/kota, permasalahan HIV AIDS dan IMS tidak dapat diselesaikan dengan baik, termasuk memutuskan mata rantai penularan HIV AIDS dan IMS.

“Kami melihat komitmen pemerintah saat ini sudah mulai terbangun dengan baik dengan mendukung layanan PDP di 60 puskesmas, ketersediaan stock ARV, rapid tes dan reagen HIV serta SDM sebagai koordinator sistem pelaporan SIHA di delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, dan masih banyak lagi dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Banten dan kabupaten/kota, hal ini semata dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banten untuk terus hidup sehat dan dapat beraktifitas normal dalam memenuhi kebutuhan hidup kesehariannya,” katanya.

Namun yang terpenting adalah perubahan perilaku masyarakat untuk hidup sehat, sehingga tidak hanya komitmen, atau program saja yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten, tapi kunci dari keberhasilan program adalah kesadaran masyarakat dan kelompok beresiko untuk berprilaku hidup sehat dan mencegah serta menghindari hal hal yang beresiko yang membuat situasi kesehatan semakin buruk.

Jadi perubahan perilaku dan kesadaran hidup sehat di masyarakat merupakan kunci keberhasilan program, dikarenakan harus terbangun secara sinergi antara komitmen pemerintah dan perilaku kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. (*)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook