PDI Perjuangan Absen di Pilkada Kota Cilegon

Redaksi   |   Politik  |   Senin, 07 September 2020 - 07:55:41 WIB   |  dibaca: 1396 kali
PDI Perjuangan Absen di Pilkada Kota Cilegon

CILEGON, BANTEN RAYA - PDI Perjuangan dipastikan tidak mengikuti Pilkada Cilegon setelah pada hari terakhir Minggu (6/9) kemarin tidak mendaftarkan calon walikota atau calon wakil walikota. 

Selain itu, PDIP juga tidak masuk dalam gerbong koalisi manapun dari empat kandidat yang ada di Cilegon.

Sbelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P mengeluarkan rekomendasi pencalonan kadernya, Reno Yanuar untuk mendampingi Helldy Agustian dari Partai Berkarya. 

Namun Helldy mendaftar dengan Sanuji Pentamarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang sejak awal telah berpasangan.

Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi mengatakan, berkas pencalonan maupun calon semuanya telah diterima. Ada empat pasangan calon yang mendaftar.

“Kemudian (Tahap selanjutnya), verifikasi lanjutan. Kemudian tes kesehatan pada 7 sampai 10 September. Ada 4 bakal calon yang mendaftar, tiga dari jalur parpol dan satu jalur perseorangan,” kata Irfan, Minggu (6/9). 

Dikatakan Irfan, dari tiga pasangan jalur parpol, ada sembilan parpol yang ada di parlemen. “Ati-Sokhidin diusung Golkar, Gerindra, NasDem, PKB. Helldy-Sanuji diusung Partai Berkarya dan PKS. Iye-Awab diusung PAN, PPP dan Demokrat,” ungkapnya. 

Irfan menjelaskan, di luar parpol yang telah didaftarkan ke KPU, maka di alat peraga kampanye yang disediakan KPU tidak akan dipasang logonya.

“Yang akan kita fasilitasi logonya yang terdaftar di berkas pendaftaran saja. Tapi, kalau pasangan calon mau masang sendiri logo partai yang kemarin belum didaftarkan ke KPU ya sah-sah saja, termasuk logo partai non-parlemen itu sah-sah saja. Tetapi, kalau kita tidak memfasilitasi itu,” ujarnya. 

Irfan menjelaskan, berkas pendaftaran yang telah diserahkan ke KPU Kota Cilegon juga tidak dapat ditarik lagi. Aturan tersebut tertuang dalam PKPU 1/2020 tentang Perubahan Ketiga Atas PKPU 3/2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Wakil Walikota. 

“Jadi kalau ada parpol yang belum masuk dalam koalisi, mau dimasukkan lagi ke KPU sudah tidak bisa. Ini sudah final dan mengikat,” kata dia.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDI-P Kota Cilegon Tb Amri Wardhana mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan DPP PDI-P. 

“Fatsun partai kami, tegak lurus. Kami menunggu arahan DPP PDI Perjuangan. Kami yakin ibu Mega (Ketum DPP PDI Perjuangan Megawati) mengeluarkan rekom tidak serta merta. Nanti, hasilnya apapun kita akan terima,” katanya.

Dihubungi Banten Raya, Minggu (6/9), sejumlah politisi PDI-P tidak memberikan respons. 

Untuk diketahui, pendaftaran calon walikota dan wakil walikota Cilegon telah ditutup, Minggu (6/9). 

Pilwalkot diikuti oleh empat pasangan calon, yakni Pasangan Bakal Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati- Sokhidin yang diusung Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kemudian, Bapaslon Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta yang diusung oleh Partai Berkarya dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bapaslon Iye Iman Rohiman dan Awab yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara Ali Mujahidin dan Firman Mutakin merupakan calon independen. (gillang)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook