6 Bulan Idap Tumor Ganas, Warga Kota Serang Ini Butuh Bantuan

Redaksi   |   Kesehatan  |   Selasa, 08 September 2020 - 21:09:31 WIB   |  dibaca: 213 kali
6 Bulan Idap Tumor Ganas, Warga Kota Serang Ini Butuh Bantuan

BUTUH BANTUAN: Mansur S, warga Lingkungan Sukadana II Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serangm, hanya bisa terbaring di tempat tidur di kediamannya karena mengidap penyakit tumor ganas sejak Maret 2020.

SERANG, BANTEN RAYA- Sungguh pilu nasib Mansur Setiawan (29). Warga Lingkungan Sukadana II RT/RW 12/04, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen Kota Serang ini sudah enam bulan lebih harus berjuang melawan penyakit tumor ganas yang diidapnya. Alhasil, bapak yang sempat berprofesi sebagai buruh bangunan ini membutuhkan uluran tangan dari para donatur untuk meringankan beban penyakitnya.

Irma Pratiwi, istri Mansur mengisahkan, sebelum masa pandemi Covid-19, tepatnya Maret terdapat benjolan kecil di anus suaminya yang mengakibatkan keseringan buang air besar (BAB) hingga keluar darah. "Awalnya BAB terus menerus, sampe keluar darah," ujar Irma saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (8/9).

Ia menuturkan, suaminya sempat mencoba berobat di kampung halamannya di salah satu bidan di Kuningan, Jawa Barat. Hasilnya, ia mengidap penyakit wasir atau ambeien. Lalu, pulang ke rumah istri dan kembali berobat di bidan yang ada di Kota Serang dan hasilnya pun sama.

Tak cukup sampai di situ perjuangan keluarga Mansur. Pihak keluarga membawa Mansur ke RSUD Banten untuk dioperasi dan hasil laboratorium menyatakan bahwa pasien mengalami penyakit tumor jenis ganas. Namun pada saat hendak operasi kedua pihak rumah sakit merujuk suami Irma ke rumah sakit di Jakarta, dengan alasan keterbatasan alat yang dimiliki RSUD Banten.

"Pihak rumah sakit nyuruh suami saya dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, karena alat di RSUD Banten tidak ada katanya," ucap ibu yang baru dikaruniai satu anak ini.

Irma mengungkapkan, pihak keluarganya belum bisa membawa suaminya ke rumah sakit di Jakarta, karena kendala biaya. Sebab untuk berobat ke RSUD Banten pun hanya bermodalkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari RT setempat. Selain itu, BPJS juga belum rampung diurus.

Akibatnya sudah enam bulan lebih lamanya sejak menderita penyakit tumor, Mansur tidak mau makan, susah BAB dan susah buang angin, sesak nafas. Pindah ke tempat tidur pun susah, rasa nyeri di ujung anus tidak bisa ditahan hingga keluar air mata.

"Kalau sudah sesak nafas sampe nangis, kasihan Mas lihtanya. Sudah tiga hari tidak mau makan, kalau dikasih makan perutnya jadi kembung," ungkap Irma.

Untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya, Irma dan suaminya didapat dari mertuanya yang berprofesi sebagai sopir angkot. "Penghasilan sehari-hari dari bapak (orangtua). Bapak kerja sebagai sopir angkot. Untuk jajan anak saya ini," terangnya.

Irma mengaku hingga saat ini belum ada bantuan pemerintah daerah yang disalurkan untuk suaminya yang mengidap penyakit tumor ganas ini. Padahal warga setempat sudah memberi informasi kepada pemerintah kelurahan maupun anggota dewan dapil Kecamatan Kasemen terkait kondisi Mansur namun hingga saat ini belum ada tindakan.

"Belum. Baru ada dari Warga Lingkungan Sukadana yang sempat membantu dana untuk meringankan beban kondisi suami saya," katanya. (harir)

 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook