Lestarikan Pencak Silat, DPK Gandeng TTKKDH

Redaksi   |   Metro Serang  |   Selasa, 08 September 2020 - 21:54:39 WIB   |  dibaca: 353 kali
Lestarikan Pencak Silat, DPK Gandeng TTKKDH

Sejumlah anak-anak warga Perumahan Bumi Serang Baru menjalani ritual sebelum menjalani latihan pencak silat TTKKDH di TBM Libels, Bumi Serang Baru (BSB), Senin (7/9) malam sekitar pukul 23.00.

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Serang menggandeng Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya pencak silat kepada anak-anak. Upaya pelestarian seni pencak silat ini melalui taman bacaan masyarakat (TBM).
Kepala DPK Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng TTKKD untuk mengangkat literasi seni budaya melalui TBM-TBM yang ada di Kota Serang. Hal itu juga sesuai dengan visi dan misi dari Kota Serang untuk menjadikan warganya yang berdaya dan berbudaya.
"Kami ingin menggelorakan kembali nilai-nilai seni budaya khususnya pencak silat. Jadi kami akan menggiatkan kegiatan literasi seni budaya ini di beberapa TBM lainnya," ujar Wahyu, seusai membuka acara di TBM Libels, Bumi Serang Baru (BSB), Senin (7/9) malam sekitar pukul 23.00.
Ia mengungkapkan, upaya ini salah satu inovasi yang akan dikembangkan bersama Forum TBM Kota Serang untuk mengangkat kebudayaan yang saat ini sudah mulai ditinggalkan. 
"Alhamdulillah pak wali dan wakil wali kota juga mendorong kegiatan ini, karena mempunyai visi yang sama. Yaitu bagaimana mengangkat nilai-nilai budaya dan peradaban yang ada di Kota Serang," ucap dia.
Melalui seni budaya pencak silat, pihaknya juga berharap dapat mengangkat nilai-nilai seni dan budaya di masyarakat. 
"Terutama untuk anak-anak usia dini, sehingga mereka mempunyai jiwa dan raga kepemimpinan melalui pelatihan-pelatihan di persilatan. Karena silat itu tidak hanya mengajarkan tentang berantem saja," jelasnya.
Wahyu menuturkan, selain pencak silat, pihaknya juga membebaskan seni budaya apa saja yang akan menjadi pilihan pada TBM-TBM di Kota Serang. 
"Misalnya mereka ingin seni tari lainnya, kasidah, marawis, jaipongan atau pencak silat lainnya dan tidak hanya TTKKDH. Itu terserah, yang terpenting memiliki nilai serta dapat mengangkat nilai budayanya," terang Wahyu.
Sementara, Ketua FTBM Kota Serang  Masrur Aslawi mengatakan, literasi bukan hanya sebatas membaca buku dan belajar secara teori saja.
 "Tapi juga ada literasi budaya dan warisan budaya pun harus kami lestarikan. Jadi melalui literasi ini terhadap TBM-TBM yang ada di Kota Serang mulai hari ini kami akan rutinkan dan giatkan kegiatan ini," ujar Acun sapaanya.
Ia menjelaskan, untuk saat ini sengaja memilih pencak silat, karena merupakan warisan nenek moyang dan warisan tertua di Banten, khususnya Kota Serang. 
"Karena ini juga kegiatan pertama kalinya, ke depan akan kami coba di TBM lain untuk mengembangkan literasi budaya ini," terang dia.
Masih di lokasi sama, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) II Kota Serang TB Mulyana mengatakan, kesempatan kerja sama antara pihaknya dan DPK serta TBM diharapkan dapat menyebar luas di masyarakat. 
"Kami juga di sini berkesempatan untuk bersinergi dengan masyarakat. Pencak silata juga salah satu seni beladiri dan budaya yang tidak boleh punah," kata Mulyana.
Ia menuturkan, melalui seni budaya pencak silat salah satunya agar masyarakat, khususnya anak-anak dapat termotivasi untuk menyelami seni budaya dan bela diri.
 "Mudah-mudahan dengan kerja sama ini bisa berjalan mengembangkan seni budaya di TBM-TBM lain. Lebih banyak usia dini, dan memang lebih mudah untuk mengajarkannya," katanya.
Sementara itu, Ketua TBM Bumi Serang Baru (BSB) Libels Kota Serang Verita mengaku bangga adanya seni budaya pencak silat TTKKDH. Sebab anak-anak dapat belajar sekaligus mendalami kebudayaan melalui literasi budaya secara langsung.
 "Program belajar dan ini kerja sama dengan TTKKDH dan DPK untuk mengenalkan seni budaya kepada anak-anak TBM," ucap Verita. (harir)
 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook