Tersangka Korupsi Hibah Organda Ditangkap

Redaksi   |   Hukum  |   Rabu, 09 September 2020 - 21:31:07 WIB   |  dibaca: 351 kali
Tersangka Korupsi Hibah Organda Ditangkap

SERANG, BANTEN RAYA- Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Serang Kota menangkap mantan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Serang Sadrai atas kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kota Serang tahun 2017 senilai Rp300 juta. 
Sadrai ditetapkan sebagai tersangka lantaran anggaran bansos tersebut diduga digunakan tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB).
Kepala Bagian (Kabag) Humas Polres Serang Kota AKP Badri Hasan membenarkan jika Sadrai yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah telah diamankan penyidik Tipikor Satreskrim Polres Serang Kota, pada Sabtu (5/9). Menurut Badri, saat ini tersangka telah ditahan.
"Iya sudah ditahan kemarin (5 September 2020)," katanya kepada Banten Raya, Rabu (9/9).
Namun Badri enggan menjelaskan secara rinci kronologi penangkapannya, lantaran tersangka baru dilakukan penahanan namun belum dilakukan pelimpahan. "Nanti kalau sudah P21 (pelimpahan berkas perkara dan tersangka) akan kita ekpose," ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang Sulta Donna Sitohang mengatakan, dalam kasus tersebut berkas penyidikan P19 atau pengembalian berkas ke Kejari Serang. JPU sedang membuat dakwaan dalam kasus tersebut. "Berkas sudah dikembalikan, tapi belum P21," katanya. 
Diketahui, Organda Kota Serang yang beralamat di Lingkungan Terminal Pakupatan pada tahun 2016 mengajukan permohonan bantuan dana hibah ke Pemkot Serang untuk anggaran tahun 2017 sebesar Rp375 juta. Permohonan tersebut ditandatangani Ketua Organda Kota Serang Masmuni dan Sekretarisnya Sadrai.
Namun pada 2017, kepemimpinan Organda Kota Serang mengalami pergantian. Sadrai yang semula menjabat sekretaris terpilih menjadi ketua. Satu bulan pasca pergantian kepengurusan, dana hibah pengajuan 2016 turun dari Pemkot Serang sebesar Rp300 juta dari nilai pengajuan Rp375 juta.
Uang Rp300 juta itu dicairkan dalam dua tahap, yaitu pada 27 November dan 22 Desember 2017. Dalam pencairan itu terdapat catatan yang harus dipenuhi oleh Ketua Organda, salah satunya penggunaan anggaran harus sesuai dengan RAB yang diajukan.
Namun dalam pelaksanaannya, penggunaan hibah Pemkot Serang tersebut tidak sesuai dengan RAB. Bahkan diduga pertanggungjawaban keuangan tidak sesuai dengan realisasi kegiatan atau fiktif.
Dari hasil uadit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang diperoleh penyidik Polres Serang Kota, ditemukan adanya kerugian negara atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Organda Kota Serang tahun 2017 tersebut sebanyak Rp282 juta. (darjat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook