Pengembang Perumahan Diduga Gunakan Lahan Pemkot Tanpa Izin

Redaksi   |   Metro Serang  |   Jumat, 11 September 2020 - 11:53:32 WIB   |  dibaca: 251 kali
Pengembang Perumahan Diduga Gunakan Lahan Pemkot Tanpa Izin

Warga melintasi akses jalan menuju perumahan El Fath Puri Stadion, Kamis (10/9).

SERANG, BANTEN RAYA- Pengembang perumahan El Fath Puri Stadion di Kota Serang diduga menggunakan lahan milik Pemerintah Kota Serang yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang tanpa izin. Saat ini lahan tersebut digunakan sebagai akses jalan menuju perumahan itu, selain juga digunakan oleh warga sekitar.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan, memang ada sebidang tanah yang merupakan aset Pemkot Serang yang dijadikan sebagai akses jalan menuju El Fath Puri Stadion oleh pengembang perumahan di dekat Stadion Maulana Yusuf Ciceri itu. Lahan itu jelas merupakan aset milik Pemerintah Kota Serang sebagaimana tertuang dalam gambar aset milik Pemerintah Kota Serang yang sudah diserahkan Pemerintah Kabupaten Serang.
“Data kepemilikannya memang punya Pemkot Serang,” ujar Zubaidillah kepada wartawan, Kamis (10/9).

Ia memperkirakan lahan yang digunakan sebagai akses jalan memiliki lebar sekitar 4-6 meter dan panjang sekitar 50 meter.

Zubaidillah mengatakan, izin untuk menjadikan lahan milik Pemkot Serang itu sebagai akses masuk ke perumahan El Fath Puri Stadion tidak diberikan olehnya. Ia sendiri mengaku baru pada Mei 2019 menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang dan selama itu tidak pernah mengeluarkan izin bagi pengembang perumahan untuk menjadikan lahan di dekat stadion sebagai jalur masuk ke perumahan.

Guna menertibkan aset tersebut Zubaidillah mengaku sudah meminta bantuan kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Serang untuk menutup akses jalan ke perumahan cluser itu tetapi ditolak dengan alasan DPRKP tidak memiliki alat berat yang dibutuhkan. Ia kemudian meminta bantuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang untuk maksud yang sama, namun sampai saat ini surat yang dilayangkan sejak pekan lalu belum berbalas.
“Mungkin nanti kami juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP sebagai penegak perda,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang ini.
 
Ditemui di lokasi, Amin, pemilik El Fath Puri Stadion mengatakan, pengembang perumahan sampai saat ini tidak mengakui bahkan akses jalan yang digunakan sebagai milik pengembang. Jalan itu tetap milik Pemerintah Kota Serang. Amin sendiri merupakan pemilik kedua perumahan setelah sebelumnya dikelola oleh pemilik pertama bernama Fatchurrohim.
 
Awalnya mengembang hanya melewati akses jalan itu untuk membawa material saat pembangunan rumah. Selain itu, akses jalan itu juga merupakan aspirasi masyarakat sekitar yang ingin ada jalan menuju stadion karena sebelumnya warga harus melintasi pemakaman tanpa ada akses jalan ke sana.
 
Karena mendapatkan aspirasi seperti itu dari warga, maka pengembang meminta izin kepada Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang dan diberikanlah izin melintas akses jalan itu pada 24 September 2018. Pemberian izin itu melalui surat resmi yang ditanda tangani oleh Heri Hadi yang merupakan Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang saat itu. Dalam surat itu juga disebutkan bahwa pembangunan perumahan hanya selama 18 bulan sejak surat dikeluarkan. Surat itu bahkan ditembuskan kepada Walikota Serang dan Sekda Kota Serang.
 
Saat ditanya mengapa surat izin dari Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang tidak diperpanjang oleh pengembang, Amin mengatakan, ia baru sekitar sebulan mengelola perumahan itu setelah diberikan oleh pemilik sebelumnya. Bahkan, pembangunan perumahan itu juga sempat terhenti sekitar setahun sebelumnya. (tohir)
 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook