Perhatikan Pesantren Salafi, FPI Apresiasi Kepemimpinan Tatu-Pandji

Redaksi   |   Serang Raya  |   Minggu, 13 September 2020 - 15:14:48 WIB   |  dibaca: 192 kali
Perhatikan Pesantren Salafi, FPI Apresiasi Kepemimpinan Tatu-Pandji

SERANG, BANTEN RAYA - Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Serang yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Serang Rt Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk dari ormas Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Serang.

Ketua FPI Kabupaten Serang Abi Syuja'i mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Serang sudah benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan mempermudah aktivitas masyarakat.

"Alhamdulillah yang kami rasakan karena saya sering keliling ke desa-desa untuk berdakwa bisa merasakan dan menikmati sendiri pembangunan jalan di Kabupaten Serang. Sebagian besar jalan-jalan sudah bagus," ujar Abi kepada Banten Raya, Sabtu (12/9).

Selain itu, perhatian Tatu-Pandji terhadap pesantren-pesantren salafi dan yayasan-yayasan juga sangat tinggi. "Yang kami rasakan dari pesantren salafiyah yang tadinya kurang mendapat perhatian sebelum kepemimpinan Bu Tatu dan Pak Pandji sekarang mendapat perhatian penuh," katanya.

Tidak hanya itu, Tatu-Pandji juga selalu meminta nasihat dan arahan-arahan dari para ulama yang ada di kampung-kampung. "Kalau sekarang bale rombeng ciri khas di pesantren di Banten juga diperhatikan. Bahkan, Bu Tatu selalu menampung nasihat para kiai dari balai rombeng," paparnya.

Abi juga menutrukan, perhatian lain yang diberikan Tatu-Pandji yakni perhatiannya terhadap guru-guru madrasah dengan diberikannya insentif kepada mereka. 

"Saya cek langsung ke madrasah-madrasah mereka menerima insentif," katanya.

Ia berharap, program-program pembangunan yang sudah bagus tersebut dapat dilanjutkan karena jika tidak dilanjutkan akan mentah lagi. "Suara-suara dari orang-orang miskin saya dengar, sudah ribuan rumah kumuh yang diperbaiki. Dulu enggak ada program bedah rumah kumuh (rutilahu-red). Ini program yang luar biasa," tuturnya.

Terkait dengan kepemimpinan perempuan, kata dia, masih terdapat khilafiyah dan banyak pendapat. "Ada yang melarang ada juga yang membolehkan," ujarnya. (Tanjung)
 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook