Edarkan Sabu dalam Permen, Polres Serang Kota Bekuk Tukang Ojek 

Redaksi   |   Hukum  |   Selasa, 15 September 2020 - 11:45:50 WIB   |  dibaca: 123 kali
Edarkan Sabu dalam Permen, Polres Serang Kota Bekuk Tukang Ojek 

SERANG, BANTEN RAYA - Jajaran Satuan Narkoba Polres Serang Kota berhasil mengungkap peredaran sabu yang dikemas dalam 22 bungkus permen di depan SDN 2 Krapcak, Desa Wanasaba, Kecanatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (14/9) dini hari. Satu orang pelaku berinial NA (36) berhasil ditangkap dalam kasus tersebut. 
Kasatnarkoba Polres Serang Kota Iptu Shilton mengatakan, modus pelaku menyelundupkan sabu dalam bungkus permen ini terbongkar setelah petugas melakukan observasi rutin harian di wilayah hukum Polres Serang Kota. 

Pelaku yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan kepergok sedang menempel bungkus permen di tiang listrik.

"Sepertinya pelaku mendapatkan pesanan, dan menempelkan sabu dalam bungkus permen itu di tiang listrik. Kita tangkap sekitar pukul 02.30," katanya kepada Banten Raya saat diwawancara di kantornya. 
Menurut Shilton, di lokasi pertama anggota Satnarkoba berhasil menemukan 16 bungkus permen berisi sabu. Kemudian, pihaknya melakukan pengembangan ke rumah pelaku di wilayah Kramatwatu ditemukan 6 bungkus permen di dalam toples. 
"Jadi total ada 22 bungkus permen dengan total berat sebanyak 18 gram. Kita juga mengamankan 2 handphone yang digunakan untuk transaksi, 3 gulung double tip, 3 gulung solatip, 1 gunting, kartu ATM dan buku rekening bank," ujarnya. 
Shilton menambahkan, dari hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa pelaku mendapatkan narkoba itu dari seorang lelaki yang ditemuinya di wilayah Pasar Senen, Jakarta Pusat. Hanya saja, NA tidak mengetahui tempat tinggal pemasok narkoba tersebut. 

"Menurut pengakuannya dia sudah tiga bulan jualan sabu," tambahnya.

Shilton menegaskan, pelaku penyalahgunaan narkoba itu akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo pasal 111 ayat (1), dan pasal 112 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. 
"Ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati untuk pengedar," tegasnya. 
Sementara itu, tersangka NA mengaku pengemasan sabu ke bekas bungkus permen ini dilakukan sejak awal berjualan. Untuk menjualnya, sabu yang dikemas seperti permen ini diletakkan di beberapa tempat sesuai kesepakatan. 
"Supaya keluarga enggak curiga, saya masukkan sabu ke bungkus permen bekas, kemudian saya simpan ke toples dicampur permen yang masih utuh," katanya. 
NA menambahkan, tidak pernah mengenal pemesan narkoba yang jadi langganannya. Setelah melakukan transaksi via telepon dan melakukan pembayaran melalui tranfer ke rekening, NA menaruh sabu itu di lokasi yang sudah ditentukan. "Sesuai kesepakatan aja, nanti saya taruh dilokasi yang udah ditentukan. Ditempel di tiang listrik pake lakban," tambahnya. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook