Manusia Silver Makin Marak, Warga Minta Pemkot Segera Menertibkan

Redaksi   |   Metro Serang  |   Selasa, 15 September 2020 - 21:32:48 WIB   |  dibaca: 223 kali
Manusia Silver Makin Marak, Warga Minta Pemkot Segera Menertibkan

Manusia silver beraksi di pertigaan Jalan Ciwaru, Kota Serang, Selasa (15/9).

SERANG, BANTEN RAYA- Manusia silver di Kota Serang hingga saat ini terus bertambah jumlahnya. Hampir di setiap titik perempatan jalan yang terpasang rambu lampu lalu lintas, khususnya di pusat Kota Serang, terdapat manusia silver yang beraksi. Rupanya keberadaan manusia silver ini dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat.
Pantauan di Banten Raya, Selasa (15/9) sore sekitar pukul 17.00, manusia silver beroperasi di simpang empat Warung Pojok (Warjok), Sumur Pecung, Ciwaru, Cipocok Jaya, dan Sumur Bor.
Warga Lingkungan Ciwaru, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang Djajuli mengaku tidak nyaman sejak adanya keberadaan manusia silver di Ibukota Provinsi Banten ini.
"Tolong dibantu infokan Satpol PP banyak anak laki dan perempuan minta-minta dengan badan dicat silver di Cikutuk dan Cipocok, sebaiknya di Kota Serang Madani seperti ini tidak ada," ujar Djajuli kepada Banten Raya, Selasa (15/9).
Menurut dia, aksi manusia silver memang tidak menganggu dirinya. Namun lantaran saat ini tengah pandemi Covid-19, dikhawatirkan hal itu memengaruhi mental para generasi bangsa tersebut.
"Memang tidak mengganggu. Tapi masa di Kota Serang yang madani ini banyak manusia silver. Ini kayak ada pembiaran dari pihak terkait. Selama Covid-19 ini, khawatir anak-anak menjadi mental pengemis," ucap dia.
Hampir serupa dikatakan Khasan. Ia merasa risih tatkala berjumpa dengan manusia silver tengah beroperasi di setiap lampu lalu lintas. "Iya risih aja kalau mereka lagi minta-minta gitu. Sampai maksa mah gak ya, cuma ngelihat mukanya dicat gitu jadi risih aja," kata Khasan.
Ia berharap pemerintah turun tangan untuk menangani permasalahan sosial tersebut. Sebab, seiring waktu keberadaan manusia silver makin marak.
"Ya pemerintah harus menelusuri mereka. Soalnya kesini-sini makin banyak. Apalagi lagi pandemi kayak gini ya. Takutnya buat modus doang ya buat sumbangan. Sumbangan kok jadi kayak mata pencaharian," ucap dia.
Plt Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Mamah Rochmah mengatakan, pihaknya telah melakukan penertiban terhadap warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dalam rangka bulan bakti sosial sekitar bulan April kemarin.
"Kita bersama Satpol PP sebelumnya sudah melakukan penertiban sampai menjaring razia. Namun karena kami belum memiliki fasilitas rumah singgah dan keterbatasan anggaran, dan karena mereka juga butuh buat makan akhirnya balik lagi ke jalanan," kata Mamah dihubungi via ponselnya.
Ia mengakui bahwa untuk menangani persoalan PMKS tidak sekadar memberikan arahan semata. Melainkan harus diberikan pelatihan hingga permodalan.
"Iya jadi bukan arahan saja, tapi dibina, dan diberikan pelatihan sesuai keinginan mereka, dan kalau bisa sampai permodalan, supaya mereka terampil dan tidak balik lagi ke jalan," ucap dia.
Kedepan, sambung Mamah, pihaknya akan membentuk tim reaksi cepat (TRC). Tujuannya untuk menangani permasalahan PMKS di Kota Serang. "Kita juga bukan gak kepengen ngelihat Kota Serang nyaman, dan indah, tapi kan lagi-lagi anggarannya terbatas," jelasnya.
Kepala Satpol PP Kota Serang Kusna Kasatpol PP mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat tersebut. "Nanti kita tindaklanjuti. Sampaikan ke dinsos karena itu ranahnya dinsos. Kalau kami ke penindakannya," katanya. (harir/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook