Tagihan Perawatan Korona RSUD Banten Tembus Rp7 Miliar Per Bulan 

Redaksi   |   Kesehatan  |   Rabu, 16 September 2020 - 21:41:30 WIB   |  dibaca: 88 kali
Tagihan Perawatan Korona RSUD Banten Tembus Rp7 Miliar Per Bulan 

SERANG, BANTEN RAYA - Biaya perawatan pasien kasus Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten belum sepenuhnya dibayar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dari total tagihan yang diklaim, baru sebagian kecil pembayaran yang telah direalisasikan.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten pernah mengajukan klaim biaya perawatan pasien kasus Covid-19 beberapa waktu lalu. Klaim tersebut merupakan rekapitulasi klaim hingga April atau awal RSUD Banten dioperasikan sebagai RS Pusat Rujukan Covid-19 sejak akhir Maret lalu. Untuk nilai klaim satu bulan pasca jadi fasilitas kesehatan khusus covid itu mencapai Rp7 miliar. Saat itu, Kemenkes telah mencairkan Rp1 miliar sebagai uang muka.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, seluruh biaya yang timbul dari perawatan pasien Covid-19 di RS sepenuhnya menjadi tanggungan pemerintah pusat. Itu termasuk untuk mereka yang dirawat di RSUD Banten.

"Klaim biaya pasien covid yang dirawat di RS ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kemenkes yang diverifikasi oleh BPJS kesehatan," ujarnya, Rabu (16/9).

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang menuturkan, meski biaya perawatan menjadi tanggungan pemerintah pusat, namun hingga kini belum sepenuhnya terealisasi. Dia tak mengungkap berapa klaim biaya yang diusulkan, namun tak membantah jika realisasi pembayarannya masih minim. "Untuk RSUB (RSUD Banten) baru terealisasi Rp1,5 miliar," katanya.

Disinggung apakah kondisi serupa juga terjadi di RS lainnya di Banten, Ati mengaku tak mengetahuinya. Sebab, klaim langsung dilakukan oleh RS bersangkutan kepada Kemenkes.

Berdasarkan catatan Banten Raya, di Banten terdapat 114 RS yang kini menerima perawatan pasien Covid-19. Untuk layanan perawatan di Banten terdapat 164 tempat tidur intensive care unit (ICU), 1.368 tempat tidur ruang isolasi.

"Klaim langsung dilakukan oleh RS kepada Kemenkes dan ditransfernya pun langsung ke rekening RS. Jadi saya tidak tahu berapa sampai dengan hari ini klaim yang sudah cair ke masing-masing RS," ungkapnya.

Ati memaparkan, besarnya klaim dikarenakan biaya perawatan pasien Covid-19 cukup tinggi. Per hari satu pasien bisa menghabiskan Rp9 juta hingga Rp22 Juta. "Ada pasien yang dirawat sampai 30 hari kalau Rp22 juta dikali 30 hari ada yang sampai sekitar Rp600 juta. Kita klaim satu pasien dan itu tetap masuk anggaran BLUD (Badan Layanan Umum Daerah)," tuturnya. (dewa) 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook