Kejar Jambret, Pejabat Kota Serang Tewas Kecelakaan

Redaksi   |   Metro Serang  |   Kamis, 17 September 2020 - 08:37:45 WIB   |  dibaca: 155 kali
Kejar Jambret, Pejabat Kota Serang Tewas Kecelakaan

SERANG, BANTEN RAYA- Nety Susanty (48), Sekretaris Kelurahan (Seklur) Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan ketika berusaha mengejar pelaku jambret yang telah mengambil tasnya, di Jalan 45, Lingkungan Cikulur, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang Kota Serang, Selasa (15/9) malam. 
Adik korban Agus Budiono mengungkapkan, sebelum terjadi kecelakaan, Nety bersama dengan suaminya Asep Sukatma (48) berkunjung ke rumah anaknya di Lingkungan Benggala Tengah, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang Kota Serang, dengan menaiki sepeda motor Suzuki Skywave putih berplat nomor A 5103 BW. 
"Kejadian sekitar jam setengah sembilanan (Selasa malam). Habis dari Benggala mau pulang ke rumahnya di Pancur. Di sini (Benggala) ada anak-anaknya, jadi ke sini dulu," katanya kepada Banten Raya saat ditemui di rumah kediaman anak korban, Rabu (16/9). 
Agus menceritakan, ketika dalam perjalanan pelaku jambret membuntuti kakak kandungnya tersebut. Setibanya di tempat sepi, pelaku yang diduga beraksi seorang diri itu langsung menjambret tas berisikan uang, dompet, handphone dan barang berharga milik Nety. 

"Dari pengkolan perapatan emang sudah dibuntuti, kakak memang udah curiga cuma enggak engeh mau ambil punya teteh. Menurut kakak (Asep), pelaku sendiri pakai motor besar warna merah," ujarnya. 
Agus menambahkan, merasa tasnya diambil secara paksa, Nety pun langsung berteriak minta tolong. Tak mau kehilangan tas milik istrinya, Asep kemudian memacu motornya memburu penjambret tersebut. "Waktu ngejar itu kaca helm nutup jadi gelap, jadi oleng. Nabrak batu (kecelakaan tunggal)," tambahnya. 
Agus menjelaskan, motor yang dikendarai pasangan suami istri (pasutri) itu terjatuh. Akibat kejadian itu keduanya terluka parah di bagian kepalanya. Keduanya ditolong oleh petugas keamanan Ponpes Daar Al-Ilmi. "Kalau dilihat dari luka sepertinya nabrak pondasi selokan, soalnya helm pecah. Suminya, sobek kepala, patah lengan kanan. Almarhum sama, banyak luka di bagian kepala," jelasnya. 
Agus menambahkan, warga dan anak korban kemudian membawa keduanya ke Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. Setelah mendapatkan perawatan, Nety dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (16/9) siang sekitar pukul 12.00. "Kalau suaminya masih dirawat. Rencananya dimakamkan di sini (Benggala) deket almarhum Bapak," tambahnya. 
Sementara itu, Kabag Humas Polres Serang Kota AKP Badri Hasan membenarkan adanya kasus penjambretan. Korban meninggal dunia setelah kecelakaan tunggal saat mengejar pelakunya. 
"Iya ada korbannya orang Benggala. Namun keluarga belum membuat laporan. Tapi dari anggota Reskrim sudah ke lokasi menindaklanjuti informasi penjambretan ini," katanya. 
Saksi mata Zaki mengatakan, motor yang dikendarai korban menabrak pondasi drainase Ponpen Daar Al-Ilmi. Korban yang saat itu tengah mengejar jambret hilang kendali. 
"Dia ngebut, karena posisi di sini ada jembatan dan tikungan, jadi enggak terkendali. Nabrak ke sini (pondasi) si suami istri itu, kalau motornya mental beberapa meter ke tengah jalan. Yang perempuan enggak sadar, kalau suaminya masih bisa komunikasi. Katanya ngejar jambret," katanya. 
Menurut Zaki, di wilayahnya itu memang rawan terjadi tindak kejahatan jalanan. Peritiwa itu bukan terjadi untuk pertama kalinya. Jalan yang sepi dan minim penerangan umum diduga menjadi penyebabnya. "Sudah sering, jambret, begal. Kebetulan semalam lampunya (PJU) mati," ujarnya. (darjat/rahmat) 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook