Pengelola Homestay Harus Tonjolkan Keunggulan Daerah

Redaksi   |   Metro Serang  |   Kamis, 17 September 2020 - 10:59:18 WIB   |  dibaca: 124 kali
Pengelola Homestay Harus Tonjolkan Keunggulan Daerah

Pemateri mengajarkan peserta tata cara memasang sprei saat pelatihan.

SERANG, BANTEN RAYA - Pengelola homestay yang ada di kota Serang harus menonjolkan keunggulan di daerah masing-masing. Dengan cara seperti itu maka pengunjung daerah wisata akan lebih tertarik untuk menginap di homestay yang dimiliki oleh para warga.

I Gusti Putu Agus Aryanta, praktisi dari Mambruk Hotel mengatakan, setiap daerah wisata pasti memiliki keunggulan masing-masing. Keunggulan yang juga merupakan kekuatan dari daerah itu yang harus dicari untuk kemudian dieksplorasi dan ditonjolkan oleh pemilik homestay.

"Caranya dengan menganalisa apa kekuatan kita dan kelemahan kita dengan menggunakan metode SWOT," kata Gusti saat memberikan materi Housekeeping dan Tata Hidang Homestay di Homestay Galih Sejahtera di Sukadiri, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (26/9).

Penonjolan keunggulan itu itu bisa dengan memanfaatkan potensi wisata berupa alam atau buatan maupun juga kuliner lezat yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian wisatawan akan lebih tertarik untuk berkunjung dan menginap di homestay yang dikelola oleh warga.

Terkait kuliner menurutnya yang bisa ditonjolkan tidak harus kuliner ala barat melainkan kuliner yang hidup di daerah itu. Pasalnya saat ini wisatawan, termasuk wisatawan asing, sudah tidak lagi memilih-milih makanan.
"Wisatawan asing sekarang itu makanan apa saja dimakan," katanya.

Gusti menuturkan memang hasil yang akan dipetik oleh pengelola homestay tidak bisa instan. Bisa saja promosi yang dilakukan hari ini baru akan terasa satu bulan kemudian atau bahkan lebih. Dengan semakin majunya teknologi promosi juga bisa dilakukan secara gratis dengan memanfaatkan media sosial.

Kepala Bidang Destinasi Disparpora Kota Serang Endad Ahmad Sudadi mengatakan, pelatihan homestay bertujuan meningkatkan tata kelola pengeloa homestay yang ada di Kota Serang. Juga peningkatan manajerial pengelola homestay sesuai dengan standar Peraturan Kementerian Pariwisata Nomor 10 Tahun 2018 tentang Jasa Usaha Kepariwisataan.

Ada 50 pengelola honestay yang ikut pelatihan ini yang berasal dari enam kecamatan di Kota Serang. Pelatihan dilakukan selama tiga hari, dengan komposisi dua hari teori dan satu hari praktik pengelolaan homestay.

Ia berharap dengan pelatihan ini ada peningkatan pengelolaan dan bertambahnya pengetahuan sehingga menjadi pengelola homestay yang sesuai standar. (tohir)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook