Disparbud Cilegon Konsisten Bina Seni Budaya Daerah Meski dalam Suasana Pandemi Covid-19

Redaksi   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 17 September 2020 - 23:20:46 WIB   |  dibaca: 271 kali
Disparbud Cilegon Konsisten Bina Seni Budaya Daerah Meski dalam Suasana Pandemi Covid-19

Kepala Disparbud Cilegon Mahmudin (tengah) foto bersama Kabid Kebudayaan dan Kasi Pembinaan Seni Budaya Daerah sesaat sebelum meninjau peguron yang tetap menggelar latihan di masa pandemi.

CILEGON - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon konsisten menjalankan fungsinya dalam melakukan pembinaan seni budaya daerah meski dalam masa Pandemi Covid-19.
Seperti diketahui, pada Maret 2020 wabah virus Korona (Covid-19) mulai melanda hampir di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Saat itu, status Kota Cilegon masih merupakan salah satu yang masuk dalam kategori zona hijau penularan Covid-19.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbud Cilegon Tini Suswatini mengatakan, saat itu Disparbud langsung ikut mencoba mengambil langkah preventif dalam menghadapi wabah Covid-19 dengan melakukan komunikasi dan memberikan dukungan secara moral ke beberapa komunitas seni di Kota Cilegon untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya penularan Covid-19.
"Jadi waktu pertama kali diumumkan Indonesia menghadapi wabah virus Korona, seniman-seniman Cilegon berinisiatif membuat karya yang dapat  memberikan edukasi kepada para seniman lainnya dan juga masyarakat secara umum tentang perlunya mencegah penularan Covid-19 di Kota Cilegon dan Banten," katanya. 
Upaya tersebut, lanjut Tini, dituangkan dalam sebuah lagu bertema Seniman Cilegon bersatu melawan Covid 19, dengan Tagar (tanda pagar-red) 'Ning Griye Saos' (di rumah saja-red). 
"Saat itu para seniman mulai beraktivitas di rumah saja tetapi tetap melakukan suatu inovasi dalam berkarya sehingga karyanya masih bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat. Salah satunya melalui media sosial," ujarnya.
Tini mengungkapkan, dukungan terhadap para seniman yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat sangat perlu dilakukan dengan harapan mampu memutus mata rantai penularan virus Korona melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan dari rumah, termasuk kegiatan yang biasa dilakukan para seniman di Kota Cilegon.
"Ajakan untuk tetap di rumah saja, menerapkan pola hidup bersih dan sehat yaitu sering mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, mengkonsumsi makanan bergizi dan tetap berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh dilakukan dengan gaya khas seniman," ucapnya.
Tini menuturkan, pandemi Korona yang menyebabkan dampak negatif di semua aspek kehidupan mengakibatkan berkurangnya order pekerjaan bagi para seniman.
"Nah untuk mengatasi hal tersebut, kami sangat mendukung upaya Dewan Kesenian Cilegon (DKC) yang bekerjasama dengan salah satu media di Cilegon untuk melakukan upaya penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas antar seniman bersatu melawan Covid-19 dengan menggelar Konser Seni Amal Cilegon yang dilakukan secara virtual. Untuk kemudian rekaman video konser tersebut disebarkan melalui akun media sosial tiap-tiap pengurus DKC agar bisa dinikmati masyarakat dan tentunya bisa tergalang dana sesuai yang diharapkan. Dan juga sebagai wujud nyata salah satu upaya pengembangan budaya daerah di tengah-tengah pandemi," jelasnya.
Secara keseluruhan, Tini menyatakan, Disparbud Cilegon terus konsisten  melakukan pembinaan seni budaya daerah melalui beberapa dukungan kegiatan yang dilakukan komunitas seni, termasuk Hadroh dan Marawis, serta seni Tari dan kesenian khas Bendrong Lesung yang dilakukan secara virtual selama pandemi.
"Untuk Bendrong Lesung, pihak Balai Pelestarian Nilai-nilai Budaya Daerah Kemendikbud telah melakukan pemantauan terhadap pembinaan dan pengembangan kesenian Bendrong Lesung di Kota Cilegon dengan melakukan kunjungan pada Februari lalu. Makanya hal ini akan menjadi fokus kami," katanya.
Untuk pembinaan pencak silat, debus dan patingtung di tengah pandemi juga tetap dilakukan Disparbud dengan melakukan kunjungan ke peguron-peguron yang ada di 8 kecamatan dan memantau serta memberikan dukungan terhadap aktivitas kegiatan seni pencak silat, salah satunya seperti lomba seni pencak silat (Komsos Kreatif) yang diselenggarakan Kodim 0623 Cilegon secara virtual pada Juni 2020.
"Kami melihat, peguron-peguron tetap melakukan latihan-latihan rutin dengan memperhatikan protokol kesehatan, sama halnya dengan debus dan patingtung yang sudah menjadi kesatuan dalam setiap latihannya," ujar Tini.
Tini menyatakan, pembinaan pencak silat, debus dan patingtung merupakan salah satu implementasi dari pembangunan bidang budaya yang berbasis pada kearifan lokal yang harus dijaga demi lestarinya kesenian tradisional khas Cilegon.
Sementara itu, Kepala Disparbud Cilegon Mahmudin mengatakan, meskipun pembinaan kesenian yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Disparbud terkendala pandemi Covid-19, pihaknya tetap terus melakukan upaya untuk memperbaiki keadaan seniman yang terdampak. Usulan yang ada kaitannya dengan pemberian bantuan tetap diajukan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Dinas Pariwisata Provinsi Banten serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 
“Kami juga memberikan kesempatan kepada para seniman untuk mengusulkan hibah tahun anggaran 2021 melalui prosedur yang telah ditetapkan. Namun memang untuk 2020 ini pembinaan dalam bentuk dukungan materi dan dana untuk sementara tidak bisa dilakukan karena adanya wabah Covid-19. Bahkan kegiatan dan event yang berkaitan dengan promosi budaya pun semua dibatalkan seperti Golok Day dan lain sebagainya,” ujarnya.
Namun demikian, Mahmudin berharap, para seniman di Cilegon termasuk para pendekar silat dapat terus melakukan aktivitas kesenian dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
“Adanya Korona bukan berarti seluruh kegiatan terhenti begitu saja, tetap bisa dilakukan hanya memang dengan keterbatasan. Khususnya perihal stimulus pendanaan kegiatan yang memang terhapus karena harus dialihkan untuk fokus penanganan Covid-19. Tapi Disparbud akan tetap terus memotivasi dan memberikan dukungan secara moril (non pendanaan),” tuturnya.
Untuk itu, Mahmudin mengaku saat ini Disparbud konsen dan serius dalam menyelesaikan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD)di Kota Cilegon. Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) adalah data yang berisi inventarisasi obyek pemajuan kebudayaan sesuai dengan amanat undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.
“Suatu daerah dianggap punya komitmen dan tanggung jawab memajukan budaya daerahnya kalau sudah memiliki PPKD. Sebab PPKD itu merupakan cetak biru suatu daerah dalam memajukan kebudayaannya. Insya Allah akan selesai di akhir September,” katanya.
Dengan adanya PPKD, lanjut Mahmudin, Cilegon bisa mensejajarkan diri dengan kabupaten dan kota lain yang sudah lebih dulu memiliki PPKD sehingga diharapkan Cilegon bisa diperhatikan oleh Kemendikbud RI dan bisa mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) bidang kebudayaan. Dengan adanya DAK, pembinaan terhadap kebudayaan bisa dilakukan secara spesifik terhadap kebudayaan yang ada di Kota Cilegon sehingga kebudayaan Cilegon bisa lebih maju.
“Jadi buat para penggiat seni budaya, terus semangat, jangan jadikan Korona sebagai penghalang untuk terus mengukir prestasi. Kita sama-sama berdoa semoga Korona bisa berlalu dan aktivitas kegiatan kembali normal,” ujarnya. (**/adv)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook