Pedagang Rau Keluhkan Sepinya Pembeli

Redaksi   |   Metro Serang  |   Minggu, 20 September 2020 - 20:42:23 WIB   |  dibaca: 131 kali
Pedagang Rau Keluhkan Sepinya Pembeli

Pedagang Pasar Rau yang berjualan di dalam kios mengaku sepi pembeli sejak setahun terakhir, Sabtu (19/9).

SERANG, BANTEN RAYA - Para pedagang di Pasar Induk Rau mengeluhkan sepinya pembeli di pasar tradisional tersebut sejak satu tahun terakhir. Akibatnya banyak pedagang yang gulung tikar bahkan harus menjual kios mereka kepada orang lain.

Hasballah, salah seorang pedagang beras di Pasar Induk Rau, mengatakan, kondisi Rau saat ini yang semakin sepi menyebabkan nasib para pedagang mengenaskan karena sudah tidak bisa lagi mendapatkan untung seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini semakin sulit ketika Pemerintah Kota Serang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sesuai dengan instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim. Sementara para pedagang harus membayar uang sewa kios sebesar Rp15 juta per tahun kepada pengembang.

"Kalau terus seperti ini pedagang tidak akan bisa bertahan. Buktinya banyak pedagang di sebelah saya pada berhenti dan menjual kios mereka," ujar Hasballah, Sabtu (19/9).

Banyaknya pedagang kaki lima di luar pasar Rau juga adanya online shopping membuat omset para pedagang yang menyewa kios di dalam pasar Rau semakin tertekan. Belum lagi kebijakan pengembang pasar Rau yang dinilai oleh para pedagang tidak memihak kepada mereka. Kondisi pasar yang acak-acakan semakin membuat masyarakat malas untuk berbelanja ke dalam pasar Rau. Akibatnya pedagang pun rugi.

Aminah, pedagang sayur di Rau, juga merasakan hal yang sama. Menurutnya penjualan pedagang yang berjualan di dalam sepi terimbas makin maraknya PKL di luar pagar. Semestinya Pemerintah Kota Serang tegas dengan melarang PKL di luar pagar agar semua pembeli masuk ke dalam ketika ingin membeli sesuatu.

“Harga di luar tidak jauh dengan yang di dalem kadang sama. Makanya pada milih beli di luar,” katanya.

 Aminah mengaku usahanya dalam menjual sayuran semakin terimbas dengan penerapan PSBB sehingga orang semakin sedikit yang datang ke Rau. Saat ini menurutnya berjualan dan balik modal saja sudah untung.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar pada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop UKM) Kota Serang Muhammad Zen mengatakan, berdasarkan data UPT Pasar, terdapat sekitar 1.000 kios di Pasar Rau. Dari jumlah itu diperkirakan sebanyak 2 persen di antaranya tutup. Iya memperkirakan ada sekitar 10-15 kios yang tutup dan ditinggalkan pedagang.

"Penyebabnya karena mereka tidak sanggup untuk membayar uang sewa," katanya.

Zen mengatakan pedagang yang banyak mengeluhkan kondisi saat ini merupakan kan pedagang baju dan kain. Usaha mereka Emang mulai menurun Mbah Gan an sebelum ada corona akibat banyaknya online shop.

"Tapi kalau pedagang sayur dan sembako itu masih stabil dan normal," katanya. (tohir) 

 

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook