Dua Anak Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon

Redaksi   |   Pandeglang  |   Senin, 21 September 2020 - 07:19:19 WIB   |  dibaca: 123 kali
Dua Anak Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Dua individu baru Badak Cula Satu lahir di Taman Nasional Ujung Kulon. Individu baru ini diketahui berjenis kelamin jantan dan betina dan diperkirakan lahir pada April dan Mei 2020. 
Dua kelahiran badak ini membuat populasi hewan yang terancam punah ini bertambah menjadi 74 ekor masing-masing 40 jantan dan 34 betina, dengan komposisi umur terdiri dari 15 adalah individu anak dan 59 merupakan pada klaster usia remaja-dewasa. 
Widodo S. Ramono, Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (YABI) membenarkan adanya kelahiran dua individu badak di TNUK. Bahagia sekali masih ada kelahiran lagi. Artinya habitat asli Badak masih mendukung, baik lingkungan maupun ekosistemnya, kata Widodo, Minggu (20/9). 
Dikatakannya, adanya kelahiran baru juga merupakan sukses besar TNUK dan pihak yang selama ini terlibat langsung dalam pelestarian badak. 

"Kami juga (YABI-red) fokus membantu TNUK misalnya dengan perbaikan 50 hektare lahan di habitat badak. Membantu RMU (Rhino Monitoring Unit) dalam merawat video trap dan mengambil data dari video yang dipasang di TNUK untuk mengetahui kehidupan Badak," jelasnya.

Masih kata Widodo, membaiknya habitat Badak Cula Satu di TNUK harus terus ditingkatkan. Soalnya kata pria yang 2015 silam menyabet penghargaan Sir Peter Scott ini, ancaman terhadap habitat badak tetap ada. 

"Waktu lalu kan ditemukan adanya perahu-perahu di kawasan TNUK sedang mengambil benur. Mereka kemudian singgah di habitat badak. Itu kan mengancam habitat badak jika terus terjadi. Kita harus terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar habitat badak bebas dari gangguan apapun," harapnya.

Kelahiran dua individu badak di TNUK secara resmi disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kedua individu baru ini hasil monitoring tim Balai TN Ujung Kulon sejak bulan Maret hingga Agustus tahun 2020 dengan menggunakan 93 video kamera jebak. 
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno pada penjelasan soal Badak Jawa di Jakarta (18/9) menyampaikan bahwa kondisi habitat Badak Jawa di TN Ujung Kulon terbukti masih baik, yang ditandai dengan kelahiran Badak Jawa. Tahun lalu, di TN Ujung Kulon juga terdapat empat kelahiran individu Badak Jawa. 
"Kelahiran Badak Jawa di TN Ujung Kulon tersebut juga mempertegas bahwa populasi Badak Jawa terus mengalami perkembangbiakan alami dengan baik, sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies Badak Jawa," jelas Wiratno dalam siaran persnya. 
Wiratno menegaskan, walaupun dalam situasi pandemi Covid-19, monitoring lapangan terus dilakukan di antaranya melalui video kamera jebak masih terus berlanjut. Kegiatan monitoring dan pengamanan penuh terus dilakukan hingga akhir Desember 2020. 
"Pengambilan data dan observasi habitat terus dilakukan. Pandemi ini tidak menghentikan kegiatan lapangan KLHK khususnya petugas konservasi di TN Ujung Kulon dan taman nasional lainnya di Indonesia," ungkap Wiratno. 
"Dari satu kelahiran ke kelahiran selanjutnya dari Badak Jawa ini terus menyambung dan ini memperkuat optimisme serta semangat kita, terutama dalam situasi sangat sulit masa pandemi sekarang ini. Ini salah satu pesan substansial dari Menteri LHK. Ibu Menteri juga berkesempatan memberikan nama anak badak jantan "Luther" dan yang betina diberi nama "Helen"," sambung Wiratno. (muhaemin)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook