Asyik Nyabu, Janda Cantik Digerebek Polisi

Redaksi   |   Metro Serang  |   Senin, 21 September 2020 - 07:21:00 WIB   |  dibaca: 256 kali
Asyik Nyabu, Janda Cantik Digerebek Polisi

SERANG, BANTEN RAYA - Sedang asik menghisap sabu, RIK (28), warga Perumahan Serang City, Kecamatan Taktakan, Kota Serang digerebek anggota Satuan Narkoba Polres Serang Kota. Untuk menghilangkan bukti, janda cantik tersebut sempat membuang sabu ke dalam toilet.

Kepala Satnarkoba Polres Serang Kota Iptu Shilton membenarkan bahwa pada Jumat (18/9), pihaknya mangamankan seorang perempuan yang diduga pelaku penyalahgunaan narkoba. 

"Iya kemarin, seorang perempuan berinisial RIK (ditangkap) di rumahnya," katanya kepada Banten Raya, Minggu (20/9).

Menurut Shilton, penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai rumah janda anak satu itu sering digunakan untuk pesta narkoba. 
"Ketika kita datangi, RIK tidak membukakan pintu rumahnya. Kemudian kita berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk mendobrak pintu rumahnya," ujarnya. 
Shilton menambahkan, ketika hendak diamankan janda pengusaha asal Kota Serang tersebut mengelak jika dirinya sering berpesta sabu. 

Namun perempuan itu terdiam ketika polisi menemukan alat hisap sabu dan korek api di dalam kloset toilet.

"Pelaku berusaha menghilangan barang bukti yang kami dapatkan di kloset. Tersangka langsung kita amankan untuk dilakukan penyidikan," jelasnya.

Shilton menjelaskan ketika diamankan pelaku masih dalam pengaruh narkoba. Setelah dilakukan tes urine dan dinyatakan positif menggunakan narkoba, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya tersebut. 

"Setelah dites urine, dia mengakui jika sudah lama mengonsumsi sabu. Hampir satu tahun," jelasnya.

Shilton mengungkapkan, dalam pemeriksaan RIK mengaku mendapatkan pasokan narkoba yang dikonsumsinya itu dari seorang pengedar yang ditemui di daerah Jakarta Barat. Kalau menurut pelaku, dia menggunakan narkoba untuk menghilangkan stres, karena persoalan keluarga, ungkapnya. 
Shilton menegaskan, atas perbuatannya itu RIK dapat dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara. "Kasus penyalahgunaan narkoba ini masih kita kembangkan," tegasnya. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook