Bea Cukai Banten Amankan 3,23 Juta Batang Rokok Ilegal

Redaksi   |   Hukum  |   Senin, 21 September 2020 - 07:28:24 WIB   |  dibaca: 193 kali
Bea Cukai Banten Amankan 3,23 Juta Batang Rokok Ilegal

SERANG, BANTEN RAYA - Bea Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Banten berhasil mengamankan 3,23 juta batang rokok ilegal dengan bermacam merek. Rokok tersebut diamankan dari dua lokasi berbeda di dalam Tol Tangerang-Merak selama sepekan terakhir.

Berdasarkan data yang diperoleh Banten Raya, pengungkapan rokok ilegal pertama terjadi pada Minggu (13/9), di Rest Area Karang Tengah KM 13 tol Jakarta-Merak, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. 

Truk Mitsubishi Colt Diesel berplat nomor B 9783 BXR kedapatan membawa 1,2 juta batang rokok berbagai macam merek seperti Djaran Goyang, Veloz Bold, Kiss Bold, Sakura, Jett Sejati, Dan New Fbr. Jika diuangkan, nilainya mencapai Rp900 juta. 

Pengungkapan selanjutnya pada Jumat (18/9) di Rest Area KM 42,5 tol Jakarta-Merak, Balaraja, Tangerang. Truk Mitsubishi Colt Diesel berplat nomor G 8039 E mengangkut 1,9 juta batang rokok merk Gold dengan nilai barang mencapai Rp1,4 miliar.

Untuk penangkapan kedua ini, pelaku berusaha mengelabui petugas Bea Cukai Kanwil Banten dengan cara menyembunyikan rokok tersebut dalam kemasan kardus makanan berupa krupuk udang. Dari dua pengungkapan itu betugas berhasil mengamankan 3,25 juta batang rokok.

Kepala Kanwil Bea Cukai Banten Aflah Fahrobi mengatakan, Banten merupakan perlintasan perdagangan antara Pulau Sumatera dan Jawa yang rentan digunakan untuk penyelundupan barang-barang ilegal, termasuk di antaranya pengangkutan rokok illegal. 
"Dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal tersebut, Bea Cukai Kanwil Banten secara kontinyu melakukan operasi pengawasan. Dalam seminggu terakhir ini, kami melakukan 2 (dua) penindakan beruntun," kata Aflah dalam rilis yang diterima Banten Raya, Sabtu (19/9). 
Menurut Aflah, dari kedua penindakan itu, Bea Cukai Kanwil Banten berhasil mengamankan 3.228.400 batang rokok illegal. Dari perhitungan, nilai barang jutaan rokok ilegal itu mencapai Rp 2,3 miliar, dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp1,39 miliar.

"Dari dua pengungkapan ini tiga orang kita amankan, ketiganya berinisial NU, SIS dan SUG. Ketiganya kita periksa untuk kepentingan penyelidikan guna pengembangan perkara," ujarnya. 
Aflah menegaskan pelaku penyelundupan rokok ilegal itu akan dijerat pasal 54 dan/atau pasal 55 huruf c, Undang-undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai dan terancam pidana paling lama 8 tahun dan denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. (darjat/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook