Punya Follower Ribuan, Dokter Kecantikan Gadungan Ini Ditangkap di Kota Serang

Redaksi   |   Metro Serang  |   Kamis, 24 September 2020 - 06:09:15 WIB   |  dibaca: 180 kali
Punya Follower Ribuan, Dokter Kecantikan Gadungan Ini Ditangkap di Kota Serang

SERANG, BANTEN RAYA- Seorang wanita berinisial NON (25) diamankan polisi karena diduga membuka praktek kecantikan dan perawatan kulit ilegal di Kota Serang.

Ibu rumah tangga (IRT) itu diduga telah melakukan praktek kecantikan sejak tahun 2018. Direktur Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Banten Susatyo Purnomo Condro mengatakan, praktek kecantikan yang dilakukan oleh Ditresnarkoba terungkap dari adanya informasi masyarakat terkait praktek medis ilegal di Perumahan Bumi Agung Permai, Kelurahan Unyur, Kota Serang.

"Saat dilakukan penggeladahan, salah seorang pasien berinisial EM sedang diberi tindakan medis infus. Kemudian kami melakukan pendalaman, tersangka NON ini tidak memiliki sertifikasi sesuai undang-undang yang harus dimiliki dalam melakukan tindakan medis," katanya kepada awak media di rumah tersangka, Rabu (23/9).

Menurut Susatyo, selain melakukan praktek ilegal ditemukan puluhan jenis obat medis dan obat-obatan keras yang pengguannya harus disertai surat keterangan dokter.

"Ditemukan dua jenis obat psikotropika jenis alpazolam, riklona, ini termasuk obat keras berdasarkan ketentuan Kemenkes. Kita juga temukan 20 jenis obat, seperti vitamin, termasuk alat-alat medis infus, suntikan," ujarnya.

Susatyo menambahkan, pelaku mempromosikan praktek kecantikan melalui media sosial sejak 2018 lalu. Diduga, pelaku sudah menangani ratusan pasien.

"Modusnya menawarkan door to door, kegiatan ini dipromosikan oleh tersangka melalui medsos dengan nama akun whaitening original Serang, dengan jumlah follower sebanyak 3.744. Tindakan ini disiarkan langsung melalui media sosial dan dipromosikan," tambahnya.

Susatyo menjelaskan, pelaku melakukan praktek ilegal ini karena pernah sekolah di Akademi Perawat (Akper). Kemudian, dirinya mencoba-coba membuka praktek di rumahnya seperti dokter.

"Hasil pemeriksaan, tersangka pernah sekolah perawat tidak selesai. Tanpa ijazah, jadi ini kegiatan ilegal. Membeli dari Jakarta dan tempat-tempat lain yang sedang kami dalami," jelasnya.

Atas perbuatannya itu pelaku akan dijerat dengan undang-undang psikotropika nomor 5 tahun 1997, pasal 60 ayat 1 huruf b atau pasal 62, Undang-undang kesehatan nomor 36 tahun 2009 pasal 196 dan atau pasal 197, dan Undang-undang kesehatan tahun 2014 pasap 83.

"Sekali prakter pasien dipatok Rp300 ribu, untuk paket full dari Rp1,5 juta hingga Rp2 juta," tegasnya. (Darjat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook