Enaaaak! Pasien Covid di Cilegon akan Diisolasi di The Royale Krakatau dan Swiss Bel-Hotel 

Redaksi   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 24 September 2020 - 08:42:18 WIB   |  dibaca: 263 kali
Enaaaak! Pasien Covid di Cilegon akan Diisolasi di The Royale Krakatau dan Swiss Bel-Hotel 

CILEGON, BANTEN RAYA - Sehari pasca ditetapkannya Cilegon sebagai zona merah korona, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon langsung menggelar rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Rabu (23/9). 

Pemkot Cilegon melakukan beberapa evaluasi kebijakan penanganan dan pencegahan penularan virus korona. Evaluasi dilakukan di antaranya terkait kebijakan isolasi mandiri bagi pasien positif korona yang dikategorikan orang tanpa gejala (OTG) dan evaluasi pendataan pasien positif korona. 

Ketua DPRD Kota Cilegon Enang Efendi mengatakan, Pemkot Cilegon telah melakukan evaluasi terkait penanganan dan pencegahan penularan virus korona. Saat ini, pasien positif korona yang OTG hanya melakukan isolasi mandiri di rumah. Akan tetapi, banyak yang tidak patuh saat proses isolasi mandiri. 

“Setelah rapat hari ini (kemarin), kita akan melakukan rapat dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk menentukan salah satu hotel yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri, karena isolasi mandiri di rumah berpotensi menularkan ke anggota keluarga yang lain,” kata Endang. 

Endang menjelaskan, penyediaan hotel untuk pasien positif korona yang OTG lantaran Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Jakarta yang digunakan sebagai rujukan pasien OTG sudah penuh. Sementara, pasien yang positif korona yang memiliki gejala akan tetap dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. 

“Hotel yang ditunjuk untuk isolasi mandiri, nanti biayanya ditanggung oleh pemerintah jika yang positif adalah warga biasa, jika yang positif karyawan industri kami meminta biaya yang menanggung adalah industri tempat si karyawan bekerja,” tuturnya. 


Walikota Cilegon Edi Ariadi menjelaskan, dari hasil evaluasi, penyebaran virus korona paling banyak di Kecamatan Cibeber. 

“Yang banyak seperti di Cibeber, itu karyawan industri atau klaster industri. Kalau klaster keluarga tidak banyak,” tuturnya. 

Dihubungi terpisah, Ketua PHRI Kota Cilegon Syarif Ridwan mengatakan, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan Pemkot Cilegon terkait tempat isolasi mandiri bagi pasien OTG. "Itu sudah berlaku di Jakarta dan daerah lain. Pada dasarnya itu juga peluang bagi teman-teman hotel yang sedang terpuruk," kata Syarif.  

Mantan Anggota DPRD Kota Cilegon ini mengatakan, hotel  yang akan digunakan adalah hotel berbintang. Beberapa hotel yang direkomendasikan termasuk Swiss Bell Hotel, The Royal Krakatau dan Amaris Grup. Pada dasarnya pihaknya terbuka, sudah ditawarkan ke teman-teman pengelola hotel.

"Tapi di sini kami tidak janji apakah memang mereka mau atau tidak. Tapi kami akan berusaha menyediakan tempat isolasi mandiri," ujarnya.

Hotel yang dijadikan tempat karantina, kata Syarif, tidak bisa menerima tamu lain selain pasien positif OTG. Jika pun di Cilegon tidak ada yang bersedia, pihaknya akan merekomendasikan beberapa hotel di sekitar Anyer. "Intinya kami akan bantu pemerintah," tuturnya. (gillang/rahmat)

Profil Redaksi

Redaksi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook